Berteman dengan Isteri di Facebook? Tidak!

Agak geli juga waktu baca berita, saat jubir Pengadilan Agama Bandung berkata, "Sekarang sudah mulai berkembang, banyak perkara perceraian gara-gara facebook". Bukannya sama sekali tak memiliki rasa prihatin, justru saking prihatinnya saya menjadi geli.

Kok bisa gara-gara Facebook bikin perceraian? Lah.... di jaman serba ajaib macam sekarang ini, apa sih yang tidak bisa? Apalagi media semacam Facebook yang bisa menjadi medium tepat guna untuk memuluskan perkara Cinta Lama Belum Kelar itu. Atau kalau tiada sebab lama, bisa juga karena sering colek²an dengan kenalan baru.

Kalau soal pasangan yang bertengkar gara-gara facebook, atau bahkan melalui facebook, oh... dunia... itu bukanlah barang baru, kawan. Sudah sering saya dengar. Saling sindir antar mantan pasangan juga kerap terjadi.

Karena prinsip saya yang sangat sederhana, bahwa pisau dapur itu bisa dipakai buat kupas bawang dan juga bunuh orang, ya silakan saja kepada si pemegang pisau mau dipakai buat apa. Semua ada konsekuensinya. Lagi pula saya tidak akan berurai kata tentang hal ini, sudah banyak yang tau dan melaksanakannya.

Atau apakah saya ingin memberikan tips dan trik tentang penggunakan facebook secara aman dan sehat? Lagi-lagi tidak, saya anggap sudah pada tau. Lantas?

Saya hanya geli dan jadi teringat akan pertanyaan isteri saya sekian waktu lampau, waktu isteri saya berusaha menambahkan saya sebagai temannya.
kenapa sih permintaan pertemanan kok masih belum diterima?
memangnya ada apa?
dan inilah jawaban saya...
Lho... bukannya justru tambah aneh kalau saya menerima permintaan pertemanan itu? Status kita itu 'kan sudah suami-isteri... kenapa kembali lagi minta jadi teman?
Isteri saya diam, saya hanya berharap bahwa dalam kepalanya berputar sebuah pernyataan, "memang... facebook dapat membuat banyak hal yang kurang masuk akal bisa terjadi..."
:roll:

Komentar

  1. hahahahaha...yah lucu, jadi kalo di analogikan dg bebas, kalo ada pembunuhan dengan pisau, maka polisi akan menahan dan mengadili pisau yang digunakan pembunuhnya. kasihan internet selalu jadi penyebab kalau ada masalah, tapi kalau ada yang tenar dari internet, internet dan berbagai fasilitasnya ga pernah diwawancara habis-habisan .... :p

    *dah ah, mo melanjutkan proses belajar untuk tidur lagi*

    BalasHapus
  2. # ya ga sebebas itulah analoginya.. itu namanya ngawur. hahaha...
    seperti pisau, peran (print-out) facebook kan cuma jd barang bukti.
    gelinya itu kadang kita terlalu serius dalam banyak hal, termasuk dalam menggunakan facebook.
    :lol:

    BalasHapus
  3. Kalau sama isteri sendiri sih tidak masalah, asal jangan sama isteri tetangga. Bisa hancur jadinya, :lol: hehehe

    BalasHapus
  4. # justru saya itu banyak berteman dengan isteri orang, soalnya isteri saya kan sudah jadi isteri, sudah lebih dari sekedar teman. hahaha.. :D

    BalasHapus
  5. Kalau saya sih berteman di fesbuk, twitter, dan bahkan blog juga.. :)

    BalasHapus
  6. sedari dahulu saya nggak bikin akun di fb. salah satu sebabnya sering dengar yang lucu2 yg bikin geli, di antara ibu bertemanan dengan anak, kakak bertemanan dengan adik, dan yg paling lucu memang apa yg ditulis di artikel di atas itu.
    seorang kawan pernah minta pendapat, ada stafnya yang minta berteman dengannya, yang notabene bos dua level di atas staf itu.
    **bagaimana aku akan menjaga wibawa, kalo di fb aku akan berhahahehe dengannya?

    BalasHapus
  7. tapi kalau friend request nya tidak di-approve, berarti malah ada yang disembunyikan sehingga patut dicurigai

    BalasHapus
  8. # kebetulan saya tidak. hahaha.... :D

    BalasHapus
  9. # hahaha... sebab itu pulalah sampai sekarang saya konsisten menolak permintaan pertemanan tersebut :mrgreen:

    BalasHapus
  10. # justru sebab itulah isteri akan lebih "memperhatikan" suaminya. indah bukan? hahaha... :mrgreen:

    BalasHapus
  11. hahahhahaha.... saya baru kali ini membaca tulisan seprti itu di blogspehere. gak ada duanya. memang logis juga kalo nolak pertemanan istri. saya pengen bisa nulis dengan gaya ini di blog. :razz: :lol:

    BalasHapus
  12. # alhamdulillah ada pendukung lagi atas penolakan saya. isteri saya harus tau soal dukungan ini. hahaha... :lol: mmm... anu pak, sepertinya menulis dengan gaya sendiri itu rasanya lebih baik, jangan macam saya, kacau. haha...

    BalasHapus
  13. Membingungkan juga, kalau permintaan pertemanan tidak ditanggapi bawaannya curiga, kalau ditanggapi pasti tambah saling curiga :D

    Salam

    BalasHapus
  14. # tak perlu bingung Mas Sukadi, saya juga ga bingung kok.
    caranya? jangan dipikirkan... hahaha :lol:

    BalasHapus
  15. status nya kan istri bukan teman, hehehe

    BalasHapus
  16. hloh kan kalau sudah jadi temannya ntar statusnya bisa diganti dengan istri siapa, suami siapa? he he he

    salam kenal dari blogger UMY

    BalasHapus
  17. # dan itu namanya tidak efisien, ribet dan aneh, bolak-balik dari isteri, teman, isteri lagi... hahaha... :lol:
    salam kenal pula, dari saya sendiri :)

    BalasHapus
  18. saya sering liat suami istri, tinggal serumah, ngobrol pake wall facebook, aneh....

    BalasHapus
  19. # bisa jadi mereka adalah pengusung konsep Family atau Keluarga 3.0 :mrgreen:

    BalasHapus
  20. :lol: saya menjalin teman dengan istri kemudian dinikahi juga di FB...he he....

    BalasHapus
  21. # dan itu berarti termasuk golongan mereka yang ribet dan tidak efisien. bagaimana tidak? kalau nikahan saksi biasa cuma dua, nikah lagi di FB saksinya se-FB. hahaha.... :mrgreen:

    BalasHapus
  22. xixiixi...krn sudah jadi istri , jadi gak perlu berteman lagi, gitu ya Wahyu ?
    tapi, nanti malah dicurigai, kenapa kok gak mau berteman dgn istri sendiri .... *ngakak*
    salam

    BalasHapus
  23. owh... bunda tak perlu khawatir, kalaupun dicurigai, itu sih biasa. tinggal saia ucapkan, "kamu tambah manis kalau curiga..." :)

    BalasHapus

Posting Komentar