Ada 3 Banjar di Kalimantan Selatan

Berawal dari komentar Ayahnya Ranggasetya, yang kemudian saya edit untuk merubah & melengkapi Kota Banjar menjadi Kota Banjarbaru, itu lantas menyadarkan saya dari lamunan dan
mengingatkan saya bahwa sebagian masyarakat di luar Kalimantan Selatan mungkin masih belum tau bahwa di Propinsi Kalimantan Selatan ini terdapat 3 daerah yang menggunakan nama Banjar.

Bahkan, kalau diperluas untuk wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang ori lho ya... bukan KW1, KW2 apalagi KW9, maka daerah ataupun istilah yang menggunakan nama atau kata banjar ini bertambah jumlahnya. Minimal seingat saya ada Banjar di Jawa Barat.
Peta Kalsel. Sumber Gambar: bpthkalimantan.net
Kembali ke topik tentang Banjar di Kalimantan Selatan saja. Ketiga daerah yang menggunakan kata Banjar pada namanya adalah:
  • Kota Banjarmasin
  • Kota Banjarbaru
  • Kabupaten Banjar
Kota Banjarmasin, adalah ibukota Propinsi Kalimantan Selatan, juga tempat lahir saya. Pusat keramaian dan bisnis ada di Banjarmasin. Lalu lintas padatnya yang saya tidak suka. Pelabuhan utama Kalsel, yakni Pelabuhan Trisakti, saat ini juga ada di Banjarmasin. Sampai usia beberapa bulan katanya saya pernah tinggal di Banjarmasin yang sebagian besar wilayahnya ini berair.

Kota Banjarbaru, yang merupakan tempat tinggal saya sampai saat ini, adalah  daerah termuda kedua di Kalimantan Selatan, berdiri sendiri sebagai kota sejak 1999, setelah sempat sekian lama termasuk dalam Kota Administratif tertua di Indonesia. Kalau saya bilang, Banjarbaru adalah sebuah kota kecil namun cukup genit.
*kedip*

Direncanakan, mulai 2011 ini pusat pemerintahan Propinsi Kalimantan Selatan akan dipindah ke Banjarbaru, namun statuta ibukota propinsi tetaplah Kota Banjarmasin. Banjarbaru adalah daerah yang penduduknya paling heterogen di Kalimantan Selatan.

Kabupaten Banjar, inilah daerah yang banjar-nya tidak ada tambahan. Ibukotanya Martapura yang merupakan salah satu pusat penjualan batu permata di Kalsel dan bahkan di Indonesia. Sebagian dari masa kecil saya dilewatkan di salah satu desa di wilayah administrasi Kabupaten Banjar ini, mengikuti Abah dan Mama yang dulu harus bertugas di salah satu puskesmas.

Itulah dia ketiga daerah di Kalimantan Selatan yang menggunakan kata Banjar pada namanya, namun...
jika masyarakat sini hanya menyebutkan Banjar, misal: akan pergi ke Banjar, maka itu berarti akan pergi ke Banjarmasin.
Sebab itulah, semenjak dulu jika ditanya, selalulah saya menjawab saya adalah orang Banjar (dalam konteks suku) yang berasal dari Banjarbaru (dalam konteks daerah). Kenapa? Tentu saja supaya Banjarbaru juga dikenal, jangan hanya Banjarmasin yang berjarak ±35 Km dari Banjarbaru itu.

Syukurlah, kawan² di Malang dulu akhirnya tau bahwa ada daerah bernama Banjarbaru di Kalimantan Selatan, Indonesia dan Asia Tenggara. Bahkan, mereka juga tau bahwasanya Banjarbaru itu sering disingkat dengan Bjb. Kini, bertambah lagi yang mengetahuinya, yakni Anda, yang telah baca ini.

Harap dicatat bahwa, Kata Banjar ini tidak pas dipergunakan untuk:
uang banjar (down payment), banjar togel, dan lain sejenisnya.

Komentar

  1. ohhh, jadi banjarbaru yang termuda ya Mas...
    jadi banyak tahu dari sini...

    BalasHapus
  2. kunjungan perdana, tks infonya :)

    Salam

    BalasHapus
  3. nambah pengetahuan lagi tentang nama2 kota
    dua jempol tuk tulisannya *tepuktangan* *tepuktangan* *tepuktangan*

    BalasHapus
  4. wah, saya jadi merevisi pelajaran geografi yang saya dapat pada waktu SMP, hehehe

    BalasHapus
  5. Di antara tiga itu, yang paling asyik yang mana nih? *hmm* *hmm* *hmm*

    BalasHapus
  6. BJB?
    Bang Jabar Banten. *no*

    BalasHapus
  7. jadi tahu bedanya banjar2 itu..soalnya temen2ku juga da yg berasal dari banjar.. LD

    BalasHapus
  8. Oww saya jadi tahu nih dan dapat wawasan baru tentang Kalsel :)
    makasih share nya :)

    BalasHapus
  9. Kebetulan teman kos semasa kuliah ada yang bekerja di banjarbaru, jadi meskipun belum pernah ke kalimantan saya sedikit tau eksistansi kota ini, pernah dibawain oleh-oleh ikan.

    BalasHapus
  10. Kalau Soto Banjarnya tetep satu kan :D

    BalasHapus
  11. ketemunya Mhd Wahyu NZ ... di kota kecil namun genit (Banjarbaru)

    BalasHapus
  12. sungguh saya berterima kasih atas pertanyaan mas choirunnangim
    sehingga membuat saya ingat, bahwa banjarbaru adalah daerah termuda kedua di kalimantan selatan. saya lupa sebelumnya. tulisan di ataspun telah diedit dan diberikan catatan perubahan.

    sekali lagi terima kasih.

    BalasHapus
  13. jawaban perdana juga dari saya untuk fitri dan sama², terima kasih telah ke sini :)

    BalasHapus
  14. terima kasih kang martho
    *nyerah*

    BalasHapus
  15. ilmu memang terus berkembang kan mas jarwadi? ;)

    BalasHapus
  16. kalau yang ditanya saya, maka tentu saja jawabnya adalah Banjarbaru, tanpa keraguan sedikitpun.
    *joged*

    BalasHapus
  17. :lol:
    tapi bisa juga menjadi Bujangan Jago Blogging, macam mas asop lah gitu
    *tepuktangan*

    BalasHapus
  18. nah, kalau berasal dari Banjar yang merujuk lokasi begitu, maka biasanya itu adalah Banjarmasin, atau biasanya untuk menyebutkan Kalsel secara umum saat memperkenalkan diri di luar daerah.

    BalasHapus
  19. sama-sama mba anny :)
    kenapa saya jadi ingat wawasan nusantara ya, waktu baca itu wawasan
    :roll:

    BalasHapus
  20. tepat itu kalau bawa oleh² ikan untuk mas irawan, pas dgn hobi. hehe...
    bekerja di banjarbaru? nah, siapa dan dimanakah gerangan? PLN juga?
    jangan² saya tau, minimal mudah untuk cari tau, walau jarang yg tau sayanya. hehehe...

    BalasHapus
  21. mungkin ada sedikit perbedaan antara soto banjar yang berasal dari daerah hulu, dengan soto banjar yang berasal dari daerah hilir.
    setidaknya itu menurut pengamatan saya. :roll:

    BalasHapus
  22. hahahaha... kalau sama pak ben yang orang satu kampung, sama²lah kita menghuni banjarbaru ini, jangan sampai dibalik orang.
    *guling*

    BalasHapus
  23. yang saya tau cuma banjar yg deket perbatasan ciamis gan...

    BalasHapus
  24. dengan yg di atas, jadi tambah tau banjar lainnya bukan?
    :)

    BalasHapus
  25. karena sy punya temen dari suku banjar jaman sma, sy sudah dikasih tahu tentang banjarmasin dan banjar. Tapi klo yg banjarbaru br denger dr sampeyan ini. :D

    BalasHapus
  26. wow.... banjar, sebutan sangat sangat friendly di telinga saya, pakacil, sayangnya belum pernah sekali pun datang ke sana, hiks. alangkah senangnya kalau suatu ketika bisa menikmati suasana 3 banjar itu.

    BalasHapus
  27. syukurlah, berarti nambah lagi orang yg tau tentang keberadaan banjarbaru
    *nangis* *doa*

    BalasHapus
  28. semoga suatu saat, pak sawali, suatu saat... *doa*
    dan saya jadi ingat waktu tempo hari kaget baca posting pak sawali, yang saya kira pak sawali ke banjarbaru itu, tapi setelah saya baca ulang barulah saya sadar.
    *cape*

    BalasHapus
  29. kalao di jabar ada banjaran.
    Kalo di jateng ada banjarnegara :)

    BalasHapus
  30. nah kan.... kalau wilayahnya diperluas jadi se-indonesia, makin banyak sajalah yang menggunakan kata banjar pada namanya :)

    BalasHapus
  31. wahwah ... heheh kalo di jakarta mah sering keBANJARAN terus ... abis banyak yg macet dah kendaraannya ...

    BalasHapus
  32. kalau soal ke"banjar"an di jakarta sih gampang, kan katanya itu pak gubernurnya adalah ahlinya, masa' ga percaya sama ahlinya. hahaha...
    *ngakak*

    BalasHapus
  33. wah article ini buat pengetahuan saya makin bertambah :) makasih mas ..
    di tpt saya ada banjar juga mas, tp banjar bandang :D

    BalasHapus
  34. Kalau di daerah Jawa Tengah, Banjar itu identik dengan Kabupaten Banjarnegara. Kalau saya pribadi, hingga saat ini kalau ada yang meyebut kata Banjar untuk wilyah Kalimantan, pasti identiknya sama Banjarmasin. Untunglah, ada penegasan pada tempat ini... :)

    BalasHapus
  35. di bandung selatan, akses sy pulang pergi kerja, nyaris bernama sama, Banjaran.... :roll:

    BalasHapus
  36. Ndak ada jailnya, berarti ini pasti tulisan pesanan dari seseorang *sigh

    BalasHapus
  37. sebetulnya mertua saya orang banjar, kalimantan selatan tapi dari banjar masin :)

    BalasHapus
  38. terima kasih jika dinilai demikian, tapi kalau soal banjar bandang, bukannya bandang itu enak, kan bisa dibikin bandang presto
    *yiha*

    BalasHapus
  39. asosiasi secara umum memang demikian mas sukadi, jadi tak keliru
    bahkan kabupaten banjar sendiri lebih dikenal dgn nama martapuranya

    BalasHapus
  40. nah, dari komen pak ade ini terdapat salah satu kelemahan orang banjar
    yakni soal urusan navigasi menggunakan arah mata angin..
    *cape*
    mmm... *membayangkan sejenak*, bandung sebelah selatan itu yg ke arah kebon kalapa dst kah pak ade?
    :roll:

    BalasHapus
  41. yah... gimana sih pak mandor ini, kan sayanya juga harus jaga citra dong, biar sekali waktu dinilai bijak dan mempesona.
    *siul*

    BalasHapus
  42. ow... banjarmasin, tentulah mamah aline pernah mengunjungi banjarmasin. atau akankah ke banjarmasin dalam waktu dekat?
    *kedip*

    BalasHapus
  43. saya beruntung karena sempat jalan2 di 3 banjar tersebut, Namun yang paling saya ingat tentu saja martapura yang byk cendramatanya dan soto banjar yg warungnya dipinggir sungai di kota banjarmasin

    BalasHapus
  44. wow... mantaaaaap... *tepuktangan*
    dan kalau soto banjar di pinggir sungai di banjarmasin itu, yg ada beberapa tempat, memang asyik, senang rasanya.

    BalasHapus
  45. bener di kabupaten bandung ada yang namanya banjaran.. wah terkenal juga neh semoga orang banjar juga terkenal ya kaya yang punya blog ini wakaka

    BalasHapus
  46. ah, sayanya sih malas jadi orang terkenal, repot, harus bawa pulpen kesana kemari buat tanda tangan.
    *getok*

    BalasHapus
  47. dan soal tiga banjar itu sering saya khutbahkan pada kawan-kawan yang kadar geografinya parah soal banjar yg di kalsel itu.
    *padahal saya malah lebih parah adanya*
    :lol:

    BalasHapus
  48. merasa lebih parah dalam hal geografi? oh, tenang, ada solusi cerdas darilah saya, yakni lakukan pembatasan masa'alah, kalau soal geografi cukup untuk masalah 3 banjar saja. solusi cerdas bukan?
    *yiha*

    BalasHapus

Posting Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Original Soundtrack (OST) Dilan

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Sales Selang & Regulator yang Kurang Ajar!