Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2011

Setelah Sekian Lama Memburu Maaf (1)

Gambar
Akibat ulah sewaktu bersekolah di SMAN 2 Banjarbaru dulu, jadilah untuk sekian lama saya berburu maaf. Karenalah dulu itu, seorang kawan yang kebetulan sudah bolos beberapa hari, akibat ulah saya kemudian diberitakan kena garuk. Kabar beredar bahwa ia tertangkap aparat kepolisian pada sebuah razia preman Landasan Ulin, Banjarbaru.

Bahkan, kisah dibalik peristiwa itu baru saya ceritakan pada wali kelas sewaktu Kelas III SMA dulu, Pak Haryono, seingat saya setelah ±10 tahun berlalu. Waktu itu, Pak Har hanya bisa mengatakan dan mengatakan sayanya itu, sontoloyo...! Karena beliau waktu SMA dulu juga termasuk dalam jajaran korban tak sengaja terkait peristiwa itu.

Tahun demi tahun berlalu, setelah saya membuka kisah itu pada Pak Har. Sayapun terus berusaha mencari keberadaan kawan itu, Bayu namanya. Tak dinyana tak diduga, entah bagaimana caranya, Tuhan berkesempatan mempertemukan kami secara tidak sengaja, betul-betul tidak sengaja.
Sebuah pertemuan yang jauh dari Banjarbaru, Kalimantan S…

Ada 3 Banjar di Kalimantan Selatan

Gambar
Berawal dari komentar Ayahnya Ranggasetya, yang kemudian saya edit untuk merubah & melengkapi Kota Banjar menjadi Kota Banjarbaru, itu lantas menyadarkan saya dari lamunan dan
mengingatkan saya bahwa sebagian masyarakat di luar Kalimantan Selatan mungkin masih belum tau bahwa di Propinsi Kalimantan Selatan ini terdapat 3 daerah yang menggunakan nama Banjar.

Bahkan, kalau diperluas untuk wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang ori lho ya... bukan KW1, KW2 apalagi KW9, maka daerah ataupun istilah yang menggunakan nama atau kata banjar ini bertambah jumlahnya. Minimal seingat saya ada Banjar di Jawa Barat.
Kembali ke topik tentang Banjar di Kalimantan Selatan saja. Ketiga daerah yang menggunakan kata Banjar pada namanya adalah:
Kota BanjarmasinKota BanjarbaruKabupaten BanjarKota Banjarmasin, adalah ibukota Propinsi Kalimantan Selatan, juga tempat lahir saya. Pusat keramaian dan bisnis ada di Banjarmasin. Lalu lintas padatnya yang saya tidak suka. Pelabuhan utama Kalsel, yakni…

Lapangan Murdjani di Kota Banjarbaru

Gambar
Lapangan Murdjani, yang terletak di pusat Kota Banjarbaru, persis di depan Balai Kota Banjarbaru, adalah sebuah fasilitas umum yang mungkin layaknya alun-alun yang banyak terdapat di Jawa. Sekitar putaran Lapangan Murdjani berdiri perkantoran milik Pemerintah Kota Banjarbaru, Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan, serta instansi pusat.

Lapangan Murdjani terbagi atas 2 (dua) bagian area utama, yakni sisi utara sebagai area beraspal dan sisi selatan yang merupakan area lapangan rumput, juga sebuah lapangan sepak bola. Sisi luar Lapangan Murdjani adalah sebuah jalan yang diapit oleh trotoar dengan lebar masing² ±2 meter *perkiraan*.

Pada setiap hari, semenjak sore sampai dengan malam hari, Lapangan Murdjani menjadi pusat berkumpulnya masyarakat, utamanya anak muda, ataupun ½ muda atau ¼ muda. Sendirian, bersama kawan, atau bersama keluarga. Baik sekedar duduk² melewatkan waktu, atau menikmati ragam jajanan ringan yang tersedia di sekeliling Lapangan Murdjani tersebut.

Lapangan Murdjani …

Listrik, Keadilan Sosial dan Harga Diri

Gambar
Pada sebuah acara radio, RRI Pro 3 FM Banjarmasin, yang dipancarluaskan dari gelombang lupa sayanya berapa, yang menjangkau seluruh wilayah Kalimantan Selatan dan sebagian Kalimantan Tengah, ±10 tahun lalu, diangkatlah sebuah topik tentang kondisi listrik di Kalimantan Selatan.

Kenapa saya bercerita soal acara radio dan listrik yang sudah belalu ±10 tahun lalu? Percayalah, karena ini menyangkut konsistensi kondisi listrik di daerah ini, Kalimantan Selatan, jadi 10 tahun lalu atau sekarang, tiada beda. Waktu itu, seorang penelpon yang kemudian menjadi salah seorang kepala daerah di Kalimantan Selatan, berbicara bla... bla... bla....

Apa yang beliau sampaikan adalah kritisi secara normatif kalau saya bilang sih. Setelah itu, seorang penelpon lainnya masuk, seorang lelaki dengan nama Zen. Menanggapi kondisi listrik di Kalimantan Selatan, khususnya pelayanan dari PLN, ia berkata dengan singkat dan dengan sedikit tertawa:
Saya tidak heran kalau listrik di Kalimantan Selatan ini byar-pet, …

Membingungkan Harga (Kisah Tak Teladan)

Gambar
Sungguh, ini bukanlah sebuah kisah yang patut untuk diteladani, saya bagi hanya sekedar untuk mengingatkan bapak/ibu/saudara(i) agar berhati-hati dan tidak cepat panik. Walau peringatan ini sebenarnya memiliki unsur pembelaan diri yang teramat terang benderang, kalau menurut istilah pak SBY yang mungkin bermaksud menyindir PLN. Eh... tunggu.. soal PLN ini adalah pemaksaan saya pribadi atas pemaknaan.

Seringkali kalau ditanya usia, seringlah saya menjawab 16 tahun lebih. Kenapa? Karena biar ada sedikit permakluman atas sejumlah kelakuan yang kadang saya sadar tidak patut untuk diteladani. Sebagaimana yang terjadi tahun lalu, kalau tidak salah.

Sayalah orangnya yang jalan-jalan bersama beberapa orang kawan dari Banjarbaru ke sebuah pusat perbelanjaan di Banjarmasin. Untuk apakah jalan² itu? Tentu untuk lihat-lihat, karenalah saya sudah kapok pernah jatuh dalam rayuan SPG cantik untuk membeli sebuah hape. *siyalll... ! Sehingga membuat saya kini ekstra hati² menghadapi SPG. Kalau SPB? o…

Menjawab Pertanyaan Tentang Menulis [Video]

Gambar
Entah kenapa dalam semalam ini, saat blogwalking saya menemukan dan membaca sejumlah artikel dengan isi yang sama, yakni tentang menulis. Saya jadi teringat tentang sebuah video singkat 2 menit 24 detik yang pernah diunggah ke Youtube saat saya bersama Fourtynine, Manusiasuper, dan Amed diinterpyu oleh Sarah pada Desember 2008 lalu di Sky FM Banjarmasin.

Video yang kala itu menjawab pertanyaan seorang pengirim SMS tentang menulis. Perlu ditekankan, bahwa saya disini tidak akan membagikan tip atau trik menulis, karena saya penganut mazhab menulis dengan mengalir sesuai mood dan yang penting jujur, sesuai dengan isi kepala dan hati. Serta lebih banyak mereka yang ahli tentang itu.

Karenanya, jangan pernah heran kalaulah kerap kali menemukan tulisan saya berbeda-beda gayanya. Ya... karena memang suka-suka saja, enaknya lagi macam apa. Pengunjug juga enak, tidak suka tinggal tutup browser halaman ini toh? gampang kan?

Saya berterima kasih atas segala tips dan trik menulis yang baik, tapi …

Kerusuhan Banjarmasin 23 Mei 1997

Gambar
"Banjarmasin kerusuhan!" itulah informasi ringkas dan tegas yang saya terima pada tanggal yang sama dengan hari ini, 14 tahun lalu, 23 Mei 1997. Saat itu saya masih berada di Malang, kota yang dingin. Komunikasi pendek yang belanjut dengan pertanyaan ringkas, bagaimana informasi terkait keluarga, apakah mereka baik-baik saja.

23 Mei 1997, Banjarmasin, ibukota Propinsi Kalimantan Selatan, rusuh. Bertepatan dengan hari terakhir kampanye terakhir pemilu sebuah partai politik. Berita singkat yang sanggup membuat saya kehilangan konsentrasi.

Sehabis mandi, pikiran masih kosong, jauh menerawang, membayangkan apa yang terjadi. Satu hal yang saya ingat pasti adalah, lotion yang biasa digunakan untuk kulit, saya usapkan ke rambut di kepala, saya rasa itu minyak rambut. kejadian kecil yang membuat saya kaget sendiri dan terpaksa mandi lagi, keramas lagi.

Saya sendiri merasa, bahwa saya tidak pantas untuk menulis banyak tentang hal itu, karena saya berada jauh dari Kalimatan Selatan w…

Pada Akhirnya Sales itupun Pasrah

Gambar
Sesuai janji dan kebetulan ingat :mrgreen: maka akanlah saya bercerita tentang suatu kali menjamu sales selang dan regulator gas elpiji yang datang ke rumah pada suatu siang. Kebetulan waktu itu mungkin sayanya lagi dapat angin bagus, sehingga suasana menjadi berbeda walau dari awal mereka sudah bohong!!!

Mengaku petugas dari pertamina, tapi begitu saya kejar sesuai dengan identitas, mereka berubah mengatakan dari sebuah PT yang kerja sama dengan pertamina. Tapi, sudahlah, itu cuma awalnya, kebetulan waktu itu anginnya masih bagus. Saya lanjutkan saja. Sehinggalah mereka menjawab dengan lancar maksud & tujuan kedatangan mereka.

Bahwa, mereka akan memberikan pejelasan tentang tata cara merawat kompor gas, agar selalu aman untuk dipergunakan. Apa yang saya tunggu ternyata keluar juga, bahwa mereka minta ijin untuk melihat kompor dan tabung elpiji yang ada di rumah, biar penjelasan mereka lebih jelas katanya. Oh... tentu... tentu saya setuju. Mereka senang & sumringah begitu saya…

Sales Selang & Regulator yang Kurang Ajar!

Gambar
Akhirnya, kekhawatiran saya yang pernah tertuliskan pada alinea kedua dari akhir tentang sosialisasi program konversi minyak tanah ke elpiji di Banjarbaru terbukti! Sebuah koran ini hari memberitakan kelakukan para sales selang dan regulator LPG itu.

Mohon maaf sebelumnya, saya tidak menemukan kata atau sebutan lain yang sesuai dengan apa yang ada pada kepala saya untuk mereka itu, kecuali sebagaimana yang tertera pada judul, mereka memang kurang ajar! Lagi pula, untuk hal macam ini saya tak suka berhalus kata. Mau nuntut saya ke pengadilan juga silakan!!!

Sebelumnya, saya senang baca berita, bahwa Pemko Banjarbaru kini sering memberikan sosialisasi dalam bentuk edukasi tentang penggunaan gas elpiji secara langsung kepada calon pengguna. Bahkan, tak kurang dari Walikota Banjarbaru, Ruzaidin Noor turut serta memberikan penjelasan secara langsung cara penggunaan elpiji, yang membuat saya curiga, kalau Pak Ruzaidin ini juga gemar masak di dapur.
Sialnya kemudian, sejumlah sales memanfaat…

Mari Membersihkan Got Tetangga!

Gambar
Bayangkanlah kawan... berada dalam posisi seperti ini: Rumah sebelah persis adalah milik puteri seorang pengusaha besar & sukses, yang rumah orang tuanya berjarak ±10m (sepuluh meter) di seberang. Satu sodaranya adalah anggota DPRD Propinsi dan satu lagi seorang wirausahawan.

Namun, saluran drainase atau got rumahnya dapat dikatakan sangat tidak lancar alias mampet, akibatnya kalau hujan amat sangat lebat, rumah Anda akan mendapatkan banjir kiriman yang sedikit banyak adalah akibat air mental dari saluran yang mampet tersebut. Anda sudah menyampaikan hal tersebut, namun tidak ada perubahan pada saluran got.

Sementara rumah sudah berkali-kali kebanjiran. Bukan hal yang mengenakkan tentu. Kecuali bagi yang senang. Ada yang senang kebanjiran kah? Bicara langsung, sudah. Bicara lewat pihak ketiga? Sudah. Semua nihil. Apa yang akan dilakukan?

Kalo saya?
Sederhana saja. Panggil orang yang mau kerja, terus saya minta bantuan untuk gali itu saluran got milik tetangga, lakukan normalisasi …

Hebat & Lucunya Pertamax di Banjarbaru

Gambar
Ini memang soal pertamax yang merupakan salah satu jenis bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi itu. Bukan soal komentar pertamax yang dari dulu sampai sekarang saya tidak pernah suka. Lebih khusus lagi, soal pertamax di Kota Banjarbaru, lebih tajam lagi? Soal pertamax di SPBU Coco Banjarbaru, yang notabene milik Pertamina.

Saya sendiri menggunakan BBM jenis pertamax itu sudah lebih dari 10 tahun. Karena ada 2 (dua) alasan, yakni soal teknis & non-teknis. Tidak perlu saya jelaskan, hanya saja semua jenis kendaraan bermotor yang ada di rumah ini sudah menggunakan pertamax sejak lama. Baiklah... mari kembali ke soal pertamax di Banjarbaru...

Sabtu, beberapa hari yang lalu, sudahlah saya baca berita, bahwa pertamax akan kembali mengalami kenaikan atau lebih pasnya adalah penyesuaian harga dengan harga minyak dunia. Harga pertamax di Banjarbaru dan sekitarnya saat itu adalah Rp9.400,-/liter.

Tak lama setelah baca berita itu, *tuing.... saya langsung teringat pada snapshot momen yang sam…

Benci Banjarbaru di Malam Minggu

Gambar
Ya, sesuai judul yang jelas dan tegas. Saya memang benci alias tak suka Kota Banjarbaru ini, khusus di malam minggu! Malam lainnya masih suka. Kenapa demikian? Karena pada malam minggu Banjarbaru ramainya tak terkira. Setidaknya itu menurut saya dan beberapa orang yang mungkin satu selera.

Jalan Panglima Batur di Banjarbaru, menjadi begitu padat dengan anak-anak muda yang lalu lalang menggunakan sepeda motor. Baik dalam rombongan kecil ataupun agak banyak, yang celakanya kadang ada saja yang merasa jalan milik sendiri. Belum lagi yang ngebut.


Ya... saya memang benci Banjarbaru di malam minggu.
Banyak orang yang berdatangan, khususnya anak muda dari daerah lain ke Banjarbaru. Oh... soal ini tentu tak masalah, lagi pula saya bukan penganut chauvinisme. Tapi kalau datang untuk bikin kisruh dan tak tertib jalanan, ini soal lain. Tapi apa mau di kata, mayoritas yang bikin kisruh jalanan itu bukanlah anak muda Banjarbaru. Kadang saya merasa, hebat betul anak² muda sekarang ini, kecil-kecil …

Sebuah Malam yang Sungguh Melelahkan

Gambar
Bukankah sudah pernah saya ceritakan, bahwa kerap kali saya berkonferensi ria dengan para penjaga malam? Malam ini pun sungguhlah itu terjadi lagi. Cuma kali ini agak ramai, ditambah beberapa orang warga serta ada anggota kepolisian dari sektor Banjarbaru.

Pukul ±04.30 WITA saya barulah kembali masuk ke dalam rumah. Seduh segelas teh panas, dan lalu menuju ruang kerja untuk kemudian mengetikkan apa yang baru saja terjadi. Sesungguhnyalah ini sebuah kejadian yang melelahkan.

Sekitar hampir pukul 3 dini hari, untuk yang kedua kalinya, Kifli, sang penjaga malam memanggil saya ke rumah. Karena ia memang saya berikan saya akses untuk memanggil saya kapanpun juga di tengah malam, jadilah ia melakukan itu. Cuma kali ini berbeda, tak seperti panggilan pertama pada lebih kurang 2 jam sebelumnya. Kali ini ia berteriak, "Yu! ada orang!!!". Fahamlah sudah apa yang dimaksudkan olehnya.

Untungnya saya sedang santai berada di teras, sendirian. Itupun akibat panggilannya yang pertama, yang …

Kisah Di balik Tulisan Perdana

Gambar
Kawan, percayakah kalau saya bilang blog ini baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-5? Jika percaya, maka sungguh... minta ampun dan maaflah pada guru matematika Anda, karena tulisan pertama yang terbit di mwahyunz.com ini adalah pada tanggal 25 April 2011, dan itu berarti baru... *sebentar ngambil kalkulator* ... 17 hari !!!

Namun, jika pertanyaannya saya rubah, kapankah tulisan yang pertama Anda buat di blog diterbitkan? Maka saya memiliki jawaban yang berbeda, yakni tertanggal 18 April 2006. Maka ini berarti... *alhamdulillah, kalkulator masih dalam jangakuan* ... 5 tahun 17 hari. Dengan catatan, ini saya menghitungnya pada waktu hari Kamis.

Tulisan perdana itulah dia tulisan yang berjudul Pergilah Diriku. Tulisan yang sudahlah pula saya terbitkan pada sebuah blog yang berjudul Sekelumit Tentang.... Sebuah blog yg entahlah kenapa itu dulu saya berikan padanya semboyan panjang tak terkira:

Banyak cara untuk berkata, banyak cara untuk berjumpa, banyak cara untuk merasa, banyak c…

Saat Terpaksa Tak Berterus Terang

Gambar
Bukan lantaran memang terlanjur akrab dengan saya, pemilik depot langganan saya di Banjarbaru itu menatap dengan cara yang berbeda dari biasanya. Tapi lantaran kali ini saya datang bersama dengan seorang perempuan muda berjilbab, manis, yang sama sekali tidak dikenalnya dan tentu saja bukan isteri saya.

Juga tak pecicilan seperti biasanya, kali ini saya datang tanpa senyum dengan hanya sedikit menganggukkan kepala padanya sebagai tanda menyapa. Sok cool ceritanya. Yakinlah sudah saya, tahap awal dari semuanya berjalan dengan lancar. Lanjut ke tahap berikutnya.

Meja yang saya pilih itu pojok, agak jauh dari posisi dimana pemilik depot biasanya duduk. Pembicaraan sembari makan siang saya berdua dengan perempuan muda dan manis itu tentulah tak bisa terdengar. Namun jelas sekali, tak terhitung berapa kali mereka, pemilik depot yang kakak beradik itu, memandang ke arah kami, dengan penuh selidik. Kenapa? Karena saya tidak bersama isteri.
*hmm*

Setelah hampir satu jam, berakhirlah makan sia…

Menjawab Permintaan Bundo NakjaDimande

Gambar
"Bundo mau dengar kelanjutan cerita gadis donor darah itu. Penting :P", demikian pesan yang disampaikan oleh Bundo NakjaDimande yang saya sering kepleset membacanya menjadi Bundo TakJadiMandi. Bagaimana ceritanya, blog hasil remake yg baru dipublikasi pada 25 April 2011 ini bisa tau Bundo yang katanya berhenti ngeblog pada 13 Januari 2011 itu? Oh... ini soal lama, kawan.

Cuma ya keterlaluan saja rasanya, Bundo ingin tau kelanjutan kegagalan saya itu. Itu aib, dikalahkan oleh persaingan yang tidak fair! Tapi setidaknya saya telah jujur. Sebagaimana motto yang digaungkan oleh Liga Primer Indonesia (LPI) itu, bahwa kejujuran itu berawal dari lapangan hijau .

Namun demikian, demi Cisitu Lama
Akan saya berikan jawaban atas permintaan Bundo NakjaDimande tersebut....

Setelah menyelesaikan donor, saya, Manusiasuper, dan 2 (dua) orang kawan lagi langsung santap sore, tambah darah. Itu tempatnya ada di salah satu mall yang ada di Banjarmasin, yang jika ditempuh dengan kecepatan stabil…

Donor Darah & Persaingan Tidak Sehat

Gambar
Sama sekali tidak mengatakan bahwa donor darah itu tidak sehat. Bukan itu. Ini soal contoh persaingan yang tidak sehat dan menyebalkan. Kebetulan saja momennya bertepatan dengan donor darah.

Posisi saya sudah bagus, pojok, mungkin teringat prinsip waktu sekolah dulu, bahwa posisi menentukan prestasi, atau dalam istilah saya saat ini, posisi menentukan pandangan. Posisi velbed sebelah saya? Oh kawan, dia adalah seorang perempuan muda karyawati sebuah perusahaan, nampak terlihat dari seragamnya. Percayalah, isteri saya harus bersyukur bahwa saya masihlah seorang lelaki normal.

Petaka dimulai saat petugas yang ditunjuk untuk melayani kami ternyata adalah seorang perawat muda, dan lelaki! Sudah jelas bukan pilihan pandangan saya. Ingat! Saya lelaki normal. Padahal yang sebelumnya bertugas di posisi situ adalah seorang perempuan.
:D

Padahal lagi, kepada si Al, seorang lelaki muda yang berprofesi sebagai penyiar radio, saya berkata, "Al... sini, tolong saya".

"Ada apa, Bang?…

Senjata Sang Penjaga Malam

Gambar
Salah satu kebiasaan yang sering saya lakukan adalah keluar rumah pada tengah malam lantas berjalan kaki menyusuri ruas jalan di kawasan rumah saya tinggal. Tak jauh memang, tapi cukup untuk membuat saya memandang ke beberapa sudut komplek.

Biasanya pula saya bertemu dengan sang penjaga malam, ngobrol berdua entah di pinggir langgar atau mushala, atau di sudut tikungan mana. Bicara macam-macam, tapi tak pernah soal politik. Soal keamanan kawasan lebih mendominasi. Kalau penjaga malam komplek sebelah juga muncul, jadilah biasanya kami konferensi, bertiga, sebagaimana malam itu ia muncul membawa senjatanya yang lantas membuat saya tertawa.

Sama sekali bukan tawa melecehkan, tapi lebih karena ekspresi gembira dan menertawakan diri saya sendiri, karena ia membawa ketapel atau yang dalam bahasa Banjar disebut ketekan. Saya gembira bukan karena apa-apa, tapi karena senang luar biasa bisa melihat dan memegang lagi benda yang jujur saja sudah amat sangat lama tak pernah saya lihat. Sebab tida…

Berteman dengan Isteri di Facebook? Tidak!

Gambar
Agak geli juga waktu baca berita, saat jubir Pengadilan Agama Bandung berkata, "Sekarang sudah mulai berkembang, banyak perkara perceraian gara-gara facebook". Bukannya sama sekali tak memiliki rasa prihatin, justru saking prihatinnya saya menjadi geli.

Kok bisa gara-gara Facebook bikin perceraian? Lah.... di jaman serba ajaib macam sekarang ini, apa sih yang tidak bisa? Apalagi media semacam Facebook yang bisa menjadi medium tepat guna untuk memuluskan perkara Cinta Lama Belum Kelar itu. Atau kalau tiada sebab lama, bisa juga karena sering colek²an dengan kenalan baru.

Kalau soal pasangan yang bertengkar gara-gara facebook, atau bahkan melalui facebook, oh... dunia... itu bukanlah barang baru, kawan. Sudah sering saya dengar. Saling sindir antar mantan pasangan juga kerap terjadi.

Karena prinsip saya yang sangat sederhana, bahwa pisau dapur itu bisa dipakai buat kupas bawang dan juga bunuh orang, ya silakan saja kepada si pemegang pisau mau dipakai buat apa. Semua ada kons…

Hujan di Hari Pendidikan Nasional

Gambar
Hari ini, 2 Mei secara nasional diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional, atau HARDIKNAS, yang tentu saja bukanlah sebuah momen untuk menghardik secara nasional. Lagi pula saya tidak akan bicara soal pendidikan di negeri ini, terlalu berat mungkin itu bagi saya.

Saya meng-amin-i posisi guru sebagai mana catatan Pak Mars. Tentu juga saya prihatin sebagaimana satire tentang sekolah yang dicatat oleh Guskar.

Saya sekedar ingin mencatat pada catatan tentang hujan pada hari ini, tepat di hari Pendidikan Nasional Ini, Senin, 2 Mei 2011.

Seorang ibu di Banjarbaru bercerita, betapa anaknya sangat gembira dan bersemangat, bahwa hari ini ia bersama teman-teman akan tampil di depan Walikota Banjarbaru, tentu saja dalam rangka peringatan HARDIKNAS. Namun hujan yang tak kunjung reda juga membuat sang ibu tak enak hati.

Saya saksikan seorang guru muda, yang masih berstatus CPNS, bersiap dari pagi dengan seragam Korpri yang dipinjam pada malam harinya, untuk apel bersama masih dalam rangka HARD…

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Gambar
Sejumlah helai rambut -yang jumlahnya entah berapa- dijadikan satu, lantas ditarik dengan cara disentak, pada kondisi tertentu akan menimbulkan bunyi atau suara seperti "tok". Tapi tentu saja jangan sampai rambut terlepas dari tempatnya. Anda pernah atau sering melakukan itu?

Saya terhitung sering atau hobi melakukannya, menarik rambut sampai bersuara itu. Walau saya tak tau persis suara itu timbulnya dari mana atau sebab apa.

Tapi yang saya tau adalah, kepala rasanya menjadi lebih ringan. Enak. Tapi tentu saja ini menurut saya, yang jelas-jelas hobi.

Informasi yang saya dapat dari Google tentang hal ini adalah, manyahintuk, yaitu kata dalam bahasa Bakumpai tentang aktivitas menarik rambut hingga berbunyi tersebut. Info yang saya dapat tersebut maksudnya yg ada di halaman 1-3 hasil pencarian google, karena lewat dari halaman 3 saya biasanya sudah malas menelusuri.

Kebiasaan tersebut saya lakukan sejak SMA, kala sekolah di SMAN 2 Banjarbaru, cuma bedanya saat ini saya melakuk…