Pos

Menampilkan postingan dari April, 2011

Dari Royal Wedding ke Kesultanan Banjar

Gambar
Akibat pemberitaan media, masyarakat dunia jadi tau kalau di Inggris sana kemarin sudah dilangsungkan akad nikah antara Mas William dan Mbak Kate yang bertajuk Royal Wedding itu. Bahkan, ada stasiun televisi di Indonesia yang menyiarkannya secara langsung, walau tidak saya tonton secara langsung.

Karena memang tidak menyaksikan acara tersebut, saya sendiri saya menyaksikan cuplikan-cuplikan berita yang disajikan televisi melalui program berita dan sejenisnya, jadilah saya "agak melihat" sedikit suasana yang terjadi di Inggris sana.

Singkat cerita, saya kagum dengan begitu antusiasnya mereka untuk menyaksikan secara langsung prosesi keluarga Kerajaan Inggris tersebut. Bahkan kata berita, ratusan ribu manusia berkumpul untuk menyaksikan Mas William mencium mesra Mbak Kate di balkon.

Mungkin tidak sekedar terkenangnya masyarakat Inggris (dan dunia) atas sosok Lady Di, saya yakin ada yang jauh lebih mendasar daripada itu. Bahwa mereka masih sangat menghormati eksistensi institus…

Konversi Gas Banjarbaru, antara Seremoni dan Edukasi

Gambar
Agenda launching atau peluncuran program konversi minyak tanah ke gas elpiji 3kg di Banjarbaru tertunda lagi. Demikian salah satu berita di media massa tentang Kota Banjarbaru pada hari ini. Katanya menyesuaikan dengan agenda Walikota Banjarbaru, Ruzaidin Noor.

Sementara itu Wakil Walikota, Ogi Fajar Nuzuli, juga menyampaikan bahwa sosialisasi tentang penggunaan gas elpiji melalui baliho akan terus dilakukan.

Hal yang saya tidak tau dengan persis adalah apakah sosialisasi tentang penggunakan gas tersebut semata-mata menggunakan baliho atau tidak. Cuma tentu tidak ada salahnya kalau saya berharap tidak demikian.

Sementara kesempatan berkhayal masih terbuka lebar, marilah sejenak kita menghayal demi membayangkan proses edukasi yang akan dilakukan melalui baliho.

Ukuran baliho? kira-kira seberapa besar ukuran baliho yang akan digunakan dan memuat informasi apa saja yang akan disampaikan dan perlu diketahui pengguna. Saya bingung bagaimana redaksi yang paling pas untuk menjelaskan betapa …

Dilobi Pindah Paspor, jadi Warga NII

Gambar
"Ibaratnya, kita ini permata yang jatuh ke tempat sampah", demikian ucap seorang rekan kala mengajak saya berbincang di koridor fakultas belasan tahun silam. Saya merasakan betul aksentuasi yang digunakannya pada kalimatnya waktu itu.

Topik utama yang disampaikan rekan tersebut kepada saya memang soal agama. Sembari ia mengutarakan apa yang ada dalam kepala atau ingatannya, saya hanya berusaha menjadi seorang pendengar, yang memang hanya memerlukan modal sebelah kuping.

Tak hanya di kampus, tak perlu waktu berhari-hari setelah ia menanyakan alamat kost, ia juga muncul di rumah kost yang saya tempati. Membawa agenda yang sama, diskusi soal agama. Sembari duduk di sebuah kursi kayu pada balkon kost-kostan.

Saya yakin, bahwa waktu itu ia tidaklah tau mengapa saya ajak duduk di tempat itu. Saya kasih tau saat ini pada Anda, bahwa di sebelah kost saya itu adalah kost-kostan putri, dan tempat yang memiliki sudut pandang paling bagus dari tempat kost saya adalah di balkon, ya... t…

Bukan Karena iPad, Tapi Karena Cinta

Gambar
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendapat pinjaman iPad? Kabar tersebut memang sudah beredar melalui media massa lokal. Masyarakat juga sudah menyuarakan pandangannya.

Sebagaimana biasa, pengadaan fasilitas bagi anggota dewan selalu saja terkait dengan argumen demi menunjang dan/atau atau meningkatkan kinerja mereka. Sungguh, itu merupakan sebuah tujuan yang mulia.

Iqbal atau Yudi, salah satu wakil ketua DPRD Kalsel juga sudah mengatakan, bahwa Anggota DPRD Kalsel nantinya tidak akan direpotkan lagi dengan beragam tumpukan kertas saat menuntaskan tugas dan kewajiban mereka sebagai wakil rakyat. Lagi-lagi ini bagi saya masuk akal.

Sebab, bayangkan saja, kalau wakil-wakil kita itu benar-benar telah bekerja demi kepentingan kita, maka saya tak dapat membayangkan tumpukan berkas yang harus mereka hadapi dalam melaksanakan tugas. Sebab mereka itu berada di tingkat propinsi, lebih besar dari pada kabupaten/kota.
Tapi kenapa masih yang banyak…

Berharap Perubahan di Banjarbaru

Gambar
"Sampai saat ini, tidak ada gebrakan dan perubahan di Banjarbaru", kalimat semacam itu, dengan cara berbeda namun intinya sama, tidak sekali dua saya dengar dari banyak orang. Terakhir sekali adalah pada hari ini, dari seorang kepala sekolah di Banjarbaru.

Maksud kalimat itu sederhana, sejak dilantiknya pasangan Ruzaidin Noor dan Ogi Fajar Nuzuli sebagai Walikota - Wakil Walikota Banjarbaru periode 2010-2015 pada Agustus 2010 lalu, banyak orang yang berharap perubahan/perkembangan akan terjadi di Banjarbaru. Harapan tersebut tentu tak salah.

Umumnya, tak lama kepala daerah dilantik, maka pembicaraan yang beredar -utamanya dilingkar birokrat- adalah tentang mutasi, rotasi atau promosi jabatan. Pembicaraan macam ini sudah lumrah. Saya yang sama sekali bukan PNS juga ikut asyik mendengar tebak-tebakan tentang si anu yang akan menjadi anu, dan si anu yang akan digeser jadi kepala anu.

Tapi bagi saya sudahlah, itu menjadi urusannya kepala daerah dalam mengatur mesin birokrasi, u…