Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2010

Kematian, Perubahan dan Maaf

Gambar
Sungguh, bukan sebuah hal yang mudah jika sudah menyangkut perkara kematian. Terkait siapapun, terlebih lagi bagi seseorang yang dekat dengan kita, dan lebih-lebih lagi, menyangkut diri kita sendiri. Atas banyak hal yang telah saya alami antara 2-3 bulan belakangan ini, satu peristiwa teramat singkat yang saya alami telah mengingatkan saya begitu keras akan kematian.

"Dikunjungi kematian", mungkin demikian saya mengistilahkannya. Sekalipun sejumlah orang dan rekan yang saya mintakan pendapat memberi penjelasan yang beragam, hanya sebatas itulah saya berani menilainya. Walau pada akhirnya istilah menjadi begitu sangat tidak penting. “Benturan keras” itu tak lagi penting pada tataran pengertian. Pensikapan adalah sesuatu yang jauh lebih penting.

Sebagaimana sejak lama, saya tak pernah berani langsung menganggap sebuah musibah sebagai “ujian” atau “azab”, karena bagi saya keduanya adalah titik ekstrim antara terlampau optimis dan terlampau pesimis. Saya cenderung berusaha mena…