Interview with Pakacil (Part 2+Klarifikasi)

Sore hari, waktu itu, saya terima telpon dari nomor yang belum saya simpan. Ternyata tujuan telpon tersebut adalah mengundang dan meminta kesediaan saya untuk ikut tapping program terkait penggunaan internet. Sementara tidak ada bentrok jadwal, maka saya nyatakan kesediaan. Cuma yang menjadi permasalahan waktu itu adalah saya tidak mendapatkan informasi yang jelas format acara yang akan dilaksanakan.

Karena itulah, sebagai bentuk antisipasi sejumlah kemungkinan, saya mengajak manusiasuper dan ichal untuk berhadir pada waktu dan tempat yang telah disampaikan.

Interview with Pakacil
Sesuai jadwal, pagi jam 11.00 wita kami sudah berada di tempat, salah satu hotel swasta di Banjarmasin. Baru di lokasi itulah saya mendapatkan informasi yang jelas, bentuk program yang akan dilaksanakan. Sementara itu, kru Duta TV dan Smart FM Banjarmasin ternyata masih harus menyelesaikan sejumlah persiapan teknis.

Sebelum tapping dilaksanakan, hanya satu hal yang sanggup membuat saya berpikir keras dan akhirnya sibuk merogoh kantong dan tas, bermenit-menit hanya untuk itu. Pesannya sebetulnya biasa saja, yakni "Kalau bisa rambutnya diikat dulu deh…". Persoalannya saya lupa dimana meletakkan ikat rambut. Sekian waktu baru saya ingat, ternyata ikat rambut itu ada di tangan, melingkar dengan indahnya bersama jam tangan yang selalu saya kenakan di tangan kanan.
Melalui program tersebut, ada hal yang harus saya luruskan, yakni sewaktu disebutkan bahwa saya adalah duta blogger dari salah satu provider. Hal tersebut tidak tepat, karena saya bukan duta apapun dari insitusi apapun.
Program semacam di atas sebenarnya membuat saya kadang agak sulit menahan diri untuk tidak berbuat atau berucap tanpa sensor. Semisal sewaktu host menyampaikan iklan menu baru di hotel tersebut, yakni sate daging yang saya lupa namanya, dengan enteng saya bilang, “maaf, saya tak makan daging”. Dari pada saya disuruh makan daging itu? ya lebih baik bilang terus terang. Paling tidak, ada hikmah dari hal macam itu, yakni kalau ngundang saya untuk acara apapun memang lebih baik juga disediakan menu yang bukan daging. Atau kalau Anda tega, biarkan saja saya hanya bisa memandangi daging, opsi ini dijamin lebih hemat.

Setelah selesai, saya bersama manusiasuper dan ichal melanjutkan dengan acara makan siang, dan percayalah, saya harus bertepuk tangan atas kepiawaian mereka memilih posisi duduk.
:wink:

Niat mau nonton pelem di bioskop, dibatalkan, karena sewaktu masih berada di lokasi saya telpon sebentar itu bioskop dan bertanya pelem apa yang tengah tayang. Ternyata idak ada yang menarik minat bersama.

Catatan:
Tidak berikut transkrip Interview with Pakacil atas beberapa isu/tema, sehingga tidak bisa sedapat mungkin dimuat semirip mungkin dengan adanya.

Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Original Soundtrack (OST) Dilan

Depot Abu Nawaf: Masakan Arab di Banjarbaru