Malam ini cerah. Awan hanya bertebaran tipis seperti semburat gulali, hilang saat dipandang agak lama. Bulan tak lupa bertugas malam ini, ia tetap menerangi walau tak seterang matahari. Sinarnya yang lembut dan tak menusuk lebih menentramkan daripada sinar matahari di siang hari.

Tak terasa beberapa saat yang lalu ‘waktu’ melewati hitungan 2009 dengan gagahnya. Tanpa rasa ragu, tanpa takut sedikitpun. Ia menerobos apapun. Dan saat kita semua sadar, hanyalah waktu yang tak berhenti melangkah.

Aku sesaat yang lalu menengadah ke angkasa, tatapanku nanar tak fokus menatap bulan yang bulat. Hawa dingin menggelitik, seperti malam biasanya. Toh aku sudah sering menatap langit malam, hawa dingin tak menyurutkanku menyapanya. Aku tenang saat malam larut. Sebab malam itu sunyi, sepi. Waktu yang sangat indah untuk berpikir, untuk meminta sesuatu pada Yang Kuasa.

Di luar sana kudengar raungan knalpot motor-motor perkasa. Klaksonnya tak kalah memekik. Benda aneh meluncur ke udara dan meledak seakan-akan benda itu tak berharga. Bunyinya yang nyaring mengotori angkasa. Namun itu samar kudengar. Persis samarnya ketika seseorang tidur dan ada orang lain menapak kakinya di luar kamar. Saat kumpulan manusia itu sibuk merayakan Tahun Baru, aku terdiam menatap langit. Hari ini hari Jum’at pikirku. Jum’at, hari suci. Tanpa sadar kubuka hpku, kugeser tombol ke sana kemari. Mataku hanya tertuju satu tanggal, 31 Desember 2010. Hari terakhir tahun ini. Pikirku saat itu, untuk menetapkan satu tujuan, kita harus mengetahui awal dan akhir.

Aku tersenyum kaku, melihat akhir tahun ini juga jatuh di hari Jum’at. Tidak sengaja? Atau hanya ilusi mata? Benar, ternyata hari Jum’at. 2010, Diawali Jum’at dan diakhiri Jum’at pula. Terbayang lagi, Jum’at hari suci. Dalam benakku, aku bertekad akan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahku padaNya. Mungkin ini satu pertanda halus agar aku selalu mengingatNya.

Terlepas dari itu, niat-niat lain tahun ini pun harus kupersiapkan dengan matang. Aku harus menemui seseorang di pertengahan tahun ini. Seseorang yang selama ini aku nanti-nantikan untuk kutemui. Di samping itu, ada keluargaku pula di sana yang telah lama menunggu. Aku harus menemui mereka. Rasa rinduku membuncah, sedikit di bawah rasa rinduku padaNya.

2010, selamat datang. Kedatanganmu hanya beberapa hari dari tahun baru Islam. Namun semangatmu tetap bergelora, membakar segala asa di dada. Semoga tahun ini lebih baik dari tahun-tahun kemarin agar aku dan semua orang termasuk orang yang beruntung. Buat teman-teman, jangan lupa untuk selalu berbuat yang terbaik pada siapapun, pada apapun, kapanpun, dan dimanapun. Karena suatu saat, benih itu akan berbuah dan engkau lah yang akan memetiknya.

Selamat tahun baru 2010..

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Digg
  • LinkedIn
  • del.icio.us
  • Print
  • PDF
  • Technorati
  • Yahoo! Bookmarks
  • StumbleUpon

Random Posts