Mari Egois di Banjarbaru

"... Sifat egois itu perlu dan sangat menguntungkan | Apalagi untuk hidup di jaman edan seperti sekarang ini | Sebab jika di jaman edan ini kita hidup tanpa mementingkan diri sendiri | Percayalah, susah untuk bisa senang ..." - Demikian sabda Doel Sumbang pada lagu yang berjudul: Aku.

Bagaimana tidak enak? Entah kenapa 1–2 hari ini kok ya terpikir untuk egois saja terkait suatu hal di Banjarbaru ini. Apalagi jika kemudian membaca tulisan Bang Ben tentang tugu baru di Banjarbaru, yang berjudul Tugu di Bundaran Mini Walikota Banjarbaru itu, sepertinya nampak kian mempertegas niat saya untuk egois saja terkait suatu hal di Banjarbaru ini. Behh… rugi rasanya kalau tak egois. Kok bisa?
Pembangunan Tugu di Bundaran Mini Banjarbaru
Pembangunan Tugu di Bundaran Mini Banjarbaru
Begini hal ihwalnya...

Sudah bertahun-tahun, setiap penyusunan dan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan juga kadang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah – Perubahan (APBD-P) saya mendapat pertanyaan yang sama dan juga selalu saya berikan jawaban yang sama. "Bukannya saya menolak, tapi..."

Saya ditanya apakah kiranya yang dapat dibangun atau diperbaiki di lingkungan tempat tinggal saya, biar nanti dilaksanakan oleh Pemko Banjarbaru melalui instansi atau dinas terkait. Atas pertanyaan itu, saya kerap menjawab tidak dan/atau terima kasih. Untuk hal ini, saya yakin, sombong sedikit tentu Tuhan tak marah.

Bukannya menolak inisiatif yang baik bagi lingkungan kami tersebut. Namun saya nilai, segala sesuatu di perumahan kami sudah cukup bagus, dan masih sangat layak, baik itu jalan, drainase, penerangan jalan umumnya, dan lain-lain. Lebih baik alokasi dana yang ada digunakan untuk hal lain di Banjarbaru yang lebih pantas dan lebih perlu. Lebih baik menggunakan skala prioritas.

Namun, setelah gerah dengan pembangunan bundaran lutju, serta kemudian ditingkatkan menjadi tugu, yang menurut informasi saya dapat, akan dijadikan tugu yang ada jam-nya (macam jam gadang di Sumatera Barat itu mungkin), saya kian gerah. Kegerahan ini terkait dengan kronologis pembangunan ini, yang juga sudah saya ceritakan secara ringkas pada komentar saya pada tulisan Pak Ben tersebut.

Sementara itu, jika saya berjalan menyusuri sejumlah wilayah di Banjarbaru ini, ada daerah yang jalannya jauh lebih baru dan bagus jika dibandingkan dengan tempat tinggal kami, mendapatkan pengaspalan lagi sementara di tempat kami belum. Atau misalnya mengetahui ratusan juta dana untuk bantuan modal koperasi di Banjarbaru yang masih belum dapat digunakan karena suatu hal yang menurut saya sederhana. Masih banyak hal lain jika ditelaah jauh lebih dalam.

Dana untuk membangun tugu itu misalnya, dapat digunakan untuk membeli peralatan yang mendukung bank darah di Banjarbaru, sehingga untuk ngambil stok darah jika diperlukan kita tak mesti ke Martapura lagi. Soal darah inipun pernah saya sampaikan langsung kepada Wakil Walikota Banjarbaru, saat bertemu beliau di Banjarmasin beberapa waktu lampau, namun nampaknya saya juga harus mengerti konstelasi politik lokal yang ada.

Lantas, apa salah jika saya egois saja? Bukankan menguntungkan bagi pembangunan tempat tinggal kami, lagi pula bukan untuk kepentingan kantong sendiri kok… tentu bisa dimaklumi laaah. Kita gunakan hukum rimba saja. Toh paling tidak masih banyak stok apologi dan justifikasi yang tersedia. Bisa gunakan berbagai jalur yang tersedia, musrenbang (musyawarah rencana pembangunan), pos dana bantuan, dll.

Lagi pula, sejumlah orang mungkin sudah mencap saya egois kok… 'kan saya tinggal kasih pembenaran, biar tak timbul fitnah. Tak perlu dibahas kalau cap itu timbul karena tidak memperhatikan kondisi secara utuh, saya terima saja, toh sama-sama tak bikin kenyang.

Namun sialnya, Doel Sumbang diakhir lagunya yang berjudul "aku" itu juga bilang:
... Maka dari itulah aku berpesan wahai kaum yang muda-muda juga yang tua-tua. Mari kita pelihara sifat egois itu baik-baik. Percayalah, iblis akan selalu beserta kita ...

*Catatan khusus
Tulisan ini berhasil dipulihkan dari blog lama (pakacil.com) yang terbit pada tanggal 8 September 2009.

Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Original Soundtrack (OST) Dilan

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Sales Selang & Regulator yang Kurang Ajar!