Memey itu Namanya Nurkamilah

Kali ini bukan soal insiden padamnya aliran listrik saat upacara resmi peringatan hari jadi Kalimantan Selatan di Banjarbaru tempo hari yang membuat saya tertarik, soalnya kejadian macam ini sudah biasa dan tak membuat kami cengeng dan/atau disiarkan melalui jaringan nasional kalau cuma soal mati lampu, macam di beberapa daerah dibagian lain negeri nan indah ini.

Bukan pula karena lagu Farid Hardja yang beken itu, "Oouooo.. karmila… oouooo.. karmila…," tapi kali ini kisah seorang gadis yang bernama asli Nur Karmila dan juga memiliki nama bukan sebenarnya, Memey. Kenapa saya tertarik dengan Memey? Ini tentu ada kisahnya, ada asal muasalnya. Sebab pertama tentu karena saya adalah seorang lelaki tulen yang sempat hafal Dasa Dharma Pramuka tapi kurang telaten menabung.

Sebab kedua adalah, karena Memey bagi saya adalah representasi dari sebuah kinerja sistem. Sebab ini menjadi sebab utama dan terutama ketertarikan saya. *sekali-kali meletakkan sebab utama pada urutan kedua tak masalah toh?*

Berawal dari sebuah ajang bernama Pemilihan Nanang Galuh tingkat Kota Banjarbaru, Memey menjadi pemenang dan dinobatkan menjadi Galuh untuk tingkat Kota Banjarbaru. Mafhumnya, Memey dan juga Nanang Banjarbaru terpilih, akan mewakili Kota Banjarbaru pada Pemilihan Nanang-Galuh tingkat Propinsi Kalimantan Selatan. Selamat!

Namun… *naah, sudah ada aroma gak enak nih* pada saat ajang Pemilihan Nanang Galuh Tingkat Propinsi Kalimantan Selatan, ternyata bukanlah Memey yang mewakili Galuh Banjarbaru, melainkan seorang gadis lain yang bernama Mutia Ananda, putri tercinta Hj. Zubaidah, Ketua Panitia Penyelenggara Pemilihan Nanang-Galuh Banjarbaru, yang sama sekali tak pernah mengikuti seleksi tingkat Banjarbaru. *Kiamaaaaat…

Kok bisa? Begini alasannya, menurut Penyelenggara:
Tidak memiliki waktu antara ajang tingkat Banjarbaru dan Kalimantan Selatan, sehingga keikutsertaan Mutia dan Ade Khomaini (Nanang Banjarbaru terpilih) adalah melalui jalur umum, yakni melalui agensi. Mutia dan Ade berasal dari agensi yang sama.

Oke, kalau itu alasannya maka:
  1. Saya sangat mempertanyakan kinerja Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Banjarbaru. Apakah sama sekali tidak memiliki informasi tentang pelaksanaan ajang ini ditingkat propinsi yang sudah dilaksanakan bertahun-tahun itu?
  2. Hal lain yang tercermin dari kejadian ini adalah, munculnya sebuah pertanyaan lain, bagaimana sebenarnya kualitas perencanaan kerja yang dilakukan oleh Disparpora Kota Banjarbaru?
  3. Melalui jalur umum?  Pada sisi lain propinsi sudah menjelaskan bahwa mereka yang bersaing di provinsi adalah hasil penjaringan di tingkat kabupaten/kota. Siapa yang melakukan kebohongan? Apakah propinsi yang tetap menerima jalur umum? atau Banjarbaru yang mengatakan bahwa yang dikirim oleh Banjarbaru itu merupakan hasil penjaringan?
Setidaknya sudah 2 hari ini sebagian media massa di Kalsel mengangkat kejadian ini, namun belum terlihat ulasan tentang pertanyaan ketiga di atas itu.

Sialnya atau mantapnya, saya yang memang tak pernah suka terhadap ajang macam ini, atau ajang putri-putrian dan miss-miss-an, seolah-olah mendapat durian runtuh, untuk kian tak menyukai ajang macam ini. ckckckck… tak salah mungkin kalau kali ini saya merasa sangat beruntung dengan kejadian ini.
Pada sisi lain, saya turut merasa bangga dengan sikap yang diambil oleh Nur Karmila (Memey, -nama panggilannya) yang memutuskan untuk mengembalikan gelar dan semua hadiah yang telah diterimanya kepada penyelenggara. Salut …
Sungguh, jika misalnya ada semacam penalti dari propinsi untuk Banjarbaru atas kejadian ini, misalnya saja Banjarbaru dilarang untuk mengikuti ajang Pemilihan Nanang-Galuh tingkat Propinsi Kalimantan Selatan tahun depan, maka saya akan termasuk salah seorang yang akan sangat super duper ikhlas menerimanya. Bahkan saya sangat berharap harus ada putusan yang bersifat punishment atas hal ini.

Sebagai pribadi atau individu, dan atas dasar pandangan subyektif, saya memang sudah dari sana-nya tak suka atas ajang macam ini. Namun, dalam kapasitas sebagai warga Banjarbaru, saya sangat merasa malu!

_____
* Catatan: Yess... tulisan ini berhasil dipulihkan dari arsip blog lama (pakacil.com) yang diterbitkan pada 14 Agustus 2009

Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Original Soundtrack (OST) Dilan

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Sales Selang & Regulator yang Kurang Ajar!