Pos

Menampilkan postingan dari Agustus, 2009

Pasar Wadai Ramadhan Banjarbaru

Gambar
Tiap kali Ramadhan menjelang, selalu saja ada perasaan yang berbeda. Ini bukanlah romantisme, sekalipun tetap ada nuansa romatisme. Bukan pula sebuah kelatahan, kalau banyak yang bicara tentang Ramadhan dan segala hikmah serta harapannya. Malah bagus, makin banyak yang mengingatkan. Tapi saya tidak akan menyoal masalah religiusitas ini, bukan kapling saya, saya hanya berbagi sebuah sisi lain dari Ramadhan di kampung saya.

Di Kalimantan Selatan, tiap kali Ramadhan, selalu saja tak ketinggalan apa yang dikenal dengan nama Pasar Wadai, dan kini namanya kian panjang saja, menjadi "Pasar Wadai Ramadhan". Termasuk di kampung saya, Banjarbaru. Bagi yang sudah tau macam apa pasar wadai itu, ya tak apa-apa, tapi bagi yang belum tau, inilah pasar wadai itu.

Setiap daerah di Kalimantan Selatan, saya yakin memiliki pusat pasar wadai Ramadhan masing-masing, karena kini tiap-tiap pemerintah daerah kabupaten/kota, bahkan pemerintah propinsi turut mendukung keberadaan pasar wadai ini. Terma…

Memey itu Namanya Nurkamilah

Gambar
Kali ini bukan soal insiden padamnya aliran listrik saat upacara resmi peringatan hari jadi Kalimantan Selatan di Banjarbaru tempo hari yang membuat saya tertarik, soalnya kejadian macam ini sudah biasa dan tak membuat kami cengeng dan/atau disiarkan melalui jaringan nasional kalau cuma soal mati lampu, macam di beberapa daerah dibagian lain negeri nan indah ini.

Bukan pula karena lagu Farid Hardja yang beken itu, "Oouooo.. karmila… oouooo.. karmila…," tapi kali ini kisah seorang gadis yang bernama asli Nur Karmila dan juga memiliki nama bukan sebenarnya, Memey. Kenapa saya tertarik dengan Memey? Ini tentu ada kisahnya, ada asal muasalnya. Sebab pertama tentu karena saya adalah seorang lelaki tulen yang sempat hafal Dasa Dharma Pramuka tapi kurang telaten menabung.

Sebab kedua adalah, karena Memey bagi saya adalah representasi dari sebuah kinerja sistem. Sebab ini menjadi sebab utama dan terutama ketertarikan saya. *sekali-kali meletakkan sebab utama pada urutan kedua tak ma…