Toilet Vision

Ah, nampaknya libur beberapa hari ini cukup terasa juga. Saya kali ini hanya sekedar ingin berbagi sebuah cerita singkat, tentang saya, mata, perempuan dan toilet. Sebuah kisah ringkas yang terjadi pada suatu siang di salah satu sudut di Kota Banjarbaru. Cerita tentang Toilet Vision *kok mirip layanan siaran televisi ya?*

Siang-siang kalau perut terasa lapar itu sudah biasa. Maka tindak lanjut yang paling tepat adalah makan, apalagi kalau bukan itu? diisi roti atau lapat, tetap saja namanya makan. Sebagaimana biasa, siang itu saya meluncur ke sebuah tempat makan langganan, salah satu tempat makan favorit di Banjarbaru.

Maklum, karena perut ini kurang terbiasa dengan produk import dan lebih mencintai produk lokal. Patin Bakar, menu siang itu, dan menu ini kerap berulang-ulang. Sembari makan, saya tidak bisa terlalu lama mengalihkan pandangan dari sesuatu. Seorang perempuan.

Mungkin Tuhan telah melimpahkan sedikit cahayaNya pada seorang makhluk-nya yang kerap kucuri-curi pandang atasnya itu. Luar biasa. Kawan, saya adalah seorang laki-laki tulen, dan seorang laki-laki tulen itu pasti menyukai perempuan tulen, bukan perempuan jadi-jadian.

Feminin, sangat feminin kesan yang terlihat padanya. Menggunakan rok berwarna hitam sedikit di bawah lutut dan atasan berwarna putih dengan sedikit renda di depannya. Terlihat sangat manis. Tidak terlalu putih memang, warna kulitnya sedang. Tidak pula terlalu sangat manis, tapi mungkin ada semacam inner beauty atau kalau saya bilang itu biyuti in yang muncul dari dalam dirinya.

Tuhan telah memberikan kesempatan untuk masih bisa memandang, dan pandangan itu saya gunakan dengan sedikit nakal. Maaf…

Tapi, ternyata Patin Bakar, lalapan+sambal, segelas teh panas dan segelas cendol, membuat konsentrasi ini terpecah. Namun bagaimanapun juga, naluri laki-laki itu tetap ada. Alhasil, tetap saja curi-curi pandang. Tak peduli dia baru selesai makan dengan serombongan kawan-kawannya yang laki-laki semua itu.

Toilet Vision: Cara Mengatasi Godaan Pada Mata © wahyu.web.id
Toilet Vision: Cara Mengatasi Godaan Pada Mata
Tak berapa lama kemudian, saya hanya bisa membayangkan dia tengah jongkok di toilet dan sedang melaksanakan kewajiban biologisnya untuk buang air besar. Serius kawan! ini bukan jorok atau bagaimana.
Sebab ini adalah sebuah metode yang sangat manjur untuk menghilangkan godaan semacam ini. Secantik-cantiknya makhluk-Nya yang ada di dunia ini, dan kalaupun tergoda, maka cara itulah yang kerap kali saya gunakan untuk mengatasinya. Hasilnya tokcer! Godaan langsung lenyap.
Kalau kemudian membiarkan diri larut dalam godaan, itu adalah sebuah kesialan yang dilakukan sendiri, bukan karena kesalahan orang lain dan jangan salahkan orang lain. Tak percaya? Silakan coba. Kalau sudah dicoba ternyata tak manjur? Hmmm, entahlah, jangan-jangan karena sudah sangat akrab dengan yang namanya toilet. Tips ini juga belum dicoba bagi perempuan yang ingin menghindari godaan laki-laki, karena saya bukan perempuan, sehingga tak memiliki kesempatan untuk mencobanya.

-----
Tulisan ini (minus komentar) berhasil didapatkan lagi dari blog lama (pakacil.com), dan waktu terbit diatur sebagaimana pertama kali dipublikasikan.

Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Original Soundtrack (OST) Dilan

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Sales Selang & Regulator yang Kurang Ajar!