Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2009

RT Terkotor di Kota Banjarbaru

Gambar
Suatu pagi di Sragen, sebuah daerah yang terkenal akan pelayanan publiknya di negeri ini, saya saat itu bersama dengan salah satu kepala kantor di Banjarbaru tengah menikmati sarapan di salah satu warung di ruas jalan utama Kota Sragen.Mata saya tanpa sengaja melihat seorang pemilik toko yang asyik menyapu jalan. Tidak hanya menyapu halaman tokonya saja, tapi benar-benar menyapu jalan raya, sampai dengan median jalan.

Sekeluarnya dari warung, sembari berjalan menuju Kantor Bupati Sragen yang menjadi tujuan, sebuah snapshot kecil itu terus membayangi saya. Bahkan sampai saat ini. Karena bagi saya hal itu bercerita tentang banyak hal. Terutama tentang sebuah budaya. Itulah salah satu hal yang membuat saya kemudian terbayangkan sesuatu untuk Kota Banjarbaru, tempat tinggal saya.

Dalam sebuah perbicangan sampai jam 2 pagi beberapa hari kemarin dengan seorang rekan yang kebetulan dari Pemko Banjarbaru, saya melontarkan sebuah ucapan, “Kalau saja saya yang menjadi Walikota Banjarbaru, maka …

Bukan Cerita Lucu!

Gambar
Sebelumnya perlu diingatkan bahwa kisah  ini mengandung unsur kekerasan dan hilangnya nyawa orang lain! Peristiwa adalah benar adanya, hanya nama pelaku yang disamarkan untuk menjaga harga diri, martabat dan nama baik yang bersangkutan … *takut dituntut*

Malang, tahun 9-Sekian, *sowri lupa*

Sudah lama saya tidak bersua dengan seorang kawan yang satu itu yang juga merangkap adik tingkat saya di sebuah fakultas, namun beda jurusan. Seorang kawan, berjenis kelamin laki-laki, sebut saja Bunga (bukan nama sebenarnya, red.). *Bunga? Kurang pas ya???* Okei.. akan saya ganti, sebut saja Pria (tetap bukan nama sebenarnya, red.).

Pria adalah seorang mahasiswa berambut gondrong, rambut yang bergelombang cenderung ikal itu menjadi salah satu tanda pengenal sekaligus pengecoh, jika melihat Pria dari jauh. Ia seorang penggemar dan pemain bola fakultas kami. *sudah, cukup disini prolog ini*

Setelah sekian lama tak muncul ke kampus, entah kenapa siang menjelang sore itu, saat saya duduk di kantin dan…