Geliat Bisnis Belut Kalimantan Selatan

Belut? Ada yang tak tau makhluk yang satu ini? Yaa.. tidak masalah kalau ada yang belum tau, tapi hal ini tidak berlaku bagi mahasiswa perikanan beserta seluruh alumninya. Karena memang belut merupakan salah satu jenis ikan yang bentuknya mirip-mirip ular itu. Sedikit informasi dari Wikipedia tentang belut mungkin dapat membantu. Tentu saja sumber lain macam yang satu ini.

Satu hal yang paling identik dengan belut adalah licin, makanya seringkali didengar istilah selicin belut, sekalipun sampai saat ini saya tak pernah sekalipun memegang belut, cuma sekedar menyaksikan. Geli …

Belut juga kabarnya memiliki kandungan gizi yang tinggi. Mungkin ada yang pernah dengar informasi dari orang-orang tua kita di Banjar sini, bahwa kalau anak sudah mulai bisa makan makanan padat, akan lebih baik jika diberikan makanan dari olahan belut. Paling tidak saya mendengarnya dari orang tua dan kerabat saya. Namun sampai saat ini saya lupa konfirmasi ke beliau, apakah dulu waktu kecil saya dikasih makan belut atau tidak.

Kalimantan Selatan merupakan salah satu daerah di Indonesia yang menjadi penghasil belut alam dalam jumlah besar. Tiap minggu, apalagi jika sedang musimnya, berton-ton belut keluar dari Kalimantan Selatan yang hampir seluruhnya di kirim ke Jakarta untuk berbagai keperluan.

Beberapa daerah di Kalimantan Selatan ini menjadi penghasil belut dalam jumlah besar. Bisnis belut ini juga sudah memiliki jaringan tersendiri, namun mayoritas masih menjual belut secara konvensional. Selama penelusuran saya tentang bisnis belut ini, sampai saat ini saya hanya baru menemukan 1 orang pelaku bisnis belut yang memberikan pelayanan yang berbeda dengan memberlakukan klasifikasi kualitas belut.

Persiapan Pengiriman Belut Kalimantan Selatan. Foto: Koleksi Pribadi
Mengikuti proses persiapan belut sehingga siap kirim ini memang harus sampai pagi.  Karena belut yang dikirim harus dalam keadaan hidup yang dimuat dalam kontainer, sebuah box khusus dengan kapasitas tertentu pula. Malam hari belut biasanya datang dari petani, baru kemudian mulai dini hari belut-belut tersebut dikemas ke dalam masing-masing box, untuk kemudian langsung dikirim menggunakan jasa layanan kargo.

Pengiriman belut dalam keadaan hidup inilah yang kemudian bisa menjadi kendala tersendiri. Pelaku bisnis belut yang saya kunjungi bercerita, bahwa bisnis mereka bermodal kepercayaan saja. Ini berarti, pihak penerima atau pembeli melaporkan jumlah belut yang mati saat mereka terima, sehingga pembayaran akan disesuaikan dengan jumlah belut hidup yang diterima. Soal kebenaran laporan itulah yang berada pada wilayah kepercayaan.

Akibat pernah melihat belut dalam jumlah 1 ton pada suatu tempat tanpa terpisah, dan belut-belut itu menggeliat, akhirnya saat ini saya tak bisa lagi makan belut, masalahnya mungkin sepele, karena saya merasa geli. Biarpun belut-belut yang siap santap itu sudah di potong-potong, tetap saja terbayang geliat licin belut-belut itu.

Sungguh, besar sekali potensi belut di Kalimantan Selatan ini. Anda akan tahu jika menyempatkan diri menelusuri sumber daya bisnis belut ini. Mungkin para pelaku bisnis yang berbasis makhluk hidup dapat memikirkan produk olahan dengan berbahan dasar belut di Kalimantan Selatan. Pernah pula datang seorang rekan, yang berniat untuk dagang bakso. Saya katakan bahwa saya siap bantu, dengan catatan harus bikin dan buat bakso belut ! Ini berbeda dengan kripik dan abon belut. Harus cari bentuk lain. Lha… sampai sekarang saya tak tau rekan tersebut entah berada di mana setelah pamit ke Jawa sebentar.

Kalau saya pribadi sangat sadar dengan urat saya, yang tidak memiliki kemampuan usaha yang terkait dengan makhluk hidup (hewan dan tumbuhan). Bisanya cuma menikmati dan mikir, tapi mungkin suatu saat bisa juga kali ya… bahkan harus bisa! Karena untuk soal belut ini, saya sadar masih berada di kuadran pertama Bob Sadino, sang pengusaha itu. Itu juga mungkin posisinya agak nyempil ke ujung, tapi tetap harus terus bergeser.

Nah, ada yang mau mengembangkan bisnis dengan bahan dasar belut Kalimantan Selatan? Paling tidak, jika ada yang memiliki ide, simpan dulu dalam kepala, kemudian secara perlahan coba uraikan langkah-langkah yang diperlukan, dll. Kalau soal belutnya, jangan khawatir, sangat banyak di Kalimantan Selatan ini. Bagaimana kalau bingung dimana nyari belutnya? Nah… soal ini juga tak perlu bingung, bisa kok kontak saya.

_______
Catatan:
Tulisan ini dipulihkan dari blog lama (pakacil dot com), entah bagaimana saat ini perkembangan bisnis belut di Kalimantan Selatan.

Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Original Soundtrack (OST) Dilan

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Sales Selang & Regulator yang Kurang Ajar!