Pos

Menampilkan postingan dari Mei, 2009

Kota Banjarbaru Jadi Daerah Broker Saja

Gambar
Beberapa hari lalu, saya bertemu dengan seseorang yang kebetulan menjadi seorang kepala bagian di salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan. Dalam obrolan sampai pagi tersebut, beliau bertanya, "…dari mana sebenarnya sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Banjarbaru yang nampak terus mengingkat itu? Padahal Banjarbaru tidak memiliki sumber daya alam yang dapat diandalkan dan tidak sebesar Kota Banjarmasin…"

Berawal dari pertanyaan itulah obrolan berkembang ke banyak sisi, termasuk tentu saja isu-isu seputar pemilihan walikota Banjarbaru 2010 nanti, soal ini memang selalu menarik bagi sebagian orang di Banjarbaru. Obrolan lebih mengarah pada diskusi dalam bentuk studi kasus beberapa hal di kabupaten beliau dan di Banjarbaru, sepanjang yang saya tahu tentu saja.

Banjarbaru, menurut laporan profile ekonomi Kota Banjarbaru yang saya miliki, sebagian besar PAD-nya ditumpukan pada Pajak dan Retribusi Daerah, memang harus terus berbenah. Pada kesempatan obrolan itulah, saya samp…

Harapan Bersama Warung Lalapan

Gambar
Saya terdiam, melongo, tak bersuara. Itulah reaksi saya pertama kali melihat lalapan sewaktu dulu baru tinggal di Bandung pada medio 90-an. Reaksi itu timbul setelah saya bertanya, "Bi, sayurnya mana ya?". Bibi yang masak untuk kami menjawab, "Itu, di meja kan ada, Den...". Saya langsung menuju meja makan dan membuka tudung saji. Tarrrraaaa… tampak terlihat kumpulan dedaunan berwarna hijau disana. Itulah yang membuat saya terdiam, melongo dan tak bersuara itu. "Ooo… jadi inilah yang dinamakan orang lalapan itu…", demikian saya membatin.

Ya… kali ini saya memang akan bercerita tentang lalapan. Sedikit tentang mereka yang bergelut dalam bidang usaha warung lalapan ini. Tentu saja hal ini ditunjang oleh sebuah kenyataan tak terbantahkan bahwa lalapan lele dan bebek merupakan salah satu makanan favorit saya.

Jika anda berkeliling di Kota Banjarbaru, atau bahkan seluruh kota di negara ini, bukan mustahil Anda akan menemukan jenis usaha yang satu ini. Usaha war…

Jual Beli Motor di Kaki Lima

Gambar
Kaki lima? nah… apa yang identik dengan frase yang satu ini? sekedar tempat jualan yang kerap terlihat di pinggiran jalan? harga murah? atau mungkin penggusuran oleh tramtib? Rasa-rasanya seluruh sudut kota yang pernah saya datangi terdapat proses jual beli di kaki lima ini.

Kali ini, saya cerita tentang satu bisnis di kaki lima yang sudah beberapa lama ini menjamur di beberapa wilayah di Kalimantan Selatan, yakni bisnis jual beli motor bekas di kaki lima.

Menyusuri sejumlah ruas jalan di Banjarbaru, mungkin Anda akan memperhatikan adanya motor-motor yang dijejer rapi dengan label “dijual” yang tertulis pada lembaran kertas. Beruntung kali ini saya memiliki kesempatan untuk mampir untuk sekedar ngobrol kesana kemari dengan salah satu pelaku bisnis jual beli motor di kaki lima ini.

Berada di bawah rindangnya pepohonan pinus, ruas jalan terusan Pangeran Suriansyah, atau yang lebih umum dikenal dengan nama wilayah Mentaos di Banjarbaru, salah satu usaha jual beli motor bekas kaki lima in…

Geliat Bisnis Belut Kalimantan Selatan

Gambar
Belut? Ada yang tak tau makhluk yang satu ini? Yaa.. tidak masalah kalau ada yang belum tau, tapi hal ini tidak berlaku bagi mahasiswa perikanan beserta seluruh alumninya. Karena memang belut merupakan salah satu jenis ikan yang bentuknya mirip-mirip ular itu. Sedikit informasi dari Wikipedia tentang belut mungkin dapat membantu. Tentu saja sumber lain macam yang satu ini.

Satu hal yang paling identik dengan belut adalah licin, makanya seringkali didengar istilah selicin belut, sekalipun sampai saat ini saya tak pernah sekalipun memegang belut, cuma sekedar menyaksikan. Geli …

Belut juga kabarnya memiliki kandungan gizi yang tinggi. Mungkin ada yang pernah dengar informasi dari orang-orang tua kita di Banjar sini, bahwa kalau anak sudah mulai bisa makan makanan padat, akan lebih baik jika diberikan makanan dari olahan belut. Paling tidak saya mendengarnya dari orang tua dan kerabat saya. Namun sampai saat ini saya lupa konfirmasi ke beliau, apakah dulu waktu kecil saya dikasih makan b…

Memang Tanpa Tanda Terima

Gambar
“Dua ribu saja Mas… !”
“Saya cuma ada lima ribuan, bagaimana?”

“Kalau bisa uang pas saja…”
“Lho, memangnya kenapa? kan nanti ada kembaliannya…”

“Itu dia masalahnya, kalau lebih tak pernah ada kembalian…”
“Oooo….”.
Kemudian saya berakhir dengan kebengongan dan kebingungan.

Singkat dan jelas! Sebuah dialog saya dengan sopir mobil pick-up carter pada suatu sore di ruas jalan A. Yani, Liang Anggang. Pada sebuah tempat yang dikenal dengan nama jembatan timbang.

Sebelumnya...

Sang sopir pick-up carteran, dengan taat membelokkan mobilnya menuju jembatan timbang, mungkin karena merasa mobilnya adalah mobil angkutan yang menggunakan ruas jalan milik negara makanya harus masuk. Sebagai pengguna jasa carteran, saya tentu hanya  bisa manut. Dari pada diturunkan ditengah jalan.

Di tempat bernama jembatan timbang itu, sudah banyak berderet mobil angkutan di dominasi oleh truk, hanya sedikit sekali mobil pick-up macam yang saya tumpangi. Ahha… ini merupakan pengalaman pertama bagi saya masuk lokasi …

Karedit

Gambar
Jalan hidup yang kemudian membawanya ke Kalimantan, tepatnya ke Banjarmasin setelah beberapa tahun berada di Kalimantan Tengah. Sebelumnya kami berkomunikasi dalam bahasa Indonesia, kadang bahasa Banjar karena saya sudah menduga ada logat asli yang tersimpan dari nada bicaranya.

Benar saja, dia seorang lelaki asli Tasikmalaya yang memiliki seorang putera yang sudah 5 tahun usianya. Profesi pertamanya saat datang ke Kalimantan beberapa tahun silam adalah menjadi seorang tukang kredit keliling.

“Memang ada kelemahan mas, karena kita tidak berbadan hukum seperti finance sepeda motor itu. Modal kita adalah kepercayaan“, jelasnya seraya memberikan komparasi dengan lembaga finance atau pembiayaan kredit sepeda motor yang lagi merajalela itu dengan sistem kerja kredit keliling mereka. Jawaban diberikan setelah saya bertanya bagaimana sistem yang dibangun antara para tukang kredit keliling dengan konsumennya.

Saya hanya pernah melihat di televisi, kalau para pelaku bisnis kredit keliling ters…

Jujur Juga Susah

Gambar
Ahh… dari kemarin siang sampai dengan kemarin malam, entah kenapa selalu terkait dengan sesuatu yang dinamakan dengan kejujuran. Kata yang sangat, teramat sangat mudah untuk mengucapkannya. Tapi implementasinya? nanti dulu. saya tidak bermaksud untuk mendeklarasikan kampanye pentingnya kejujuran, karena hal itu terlanjur menjadi hal yang klise.

Namun, kalau dilihat sepintas, bisa jadi kejujuran bisa juga mendatangkan “masalah” dalam sudut pandang tertentu (dan tanda kutip).

Pernah suatu waktu, berbagi cerita dengan salah seorang Kepala Cabang Dinas Pendidikan di salah satu daerah di Kalsel ini, beliau bercerita bahwa tidak lama berselang telah dikunjungi oleh seorang Kepala Sekolah Dasar di wilayah kerjanya. Sang Kepala SD ini selain melaporkan keadaan dan pelaksanaan proses belajar di sekolah yang dipimpinnya, juga melaporkan hal lain.

Hal lain yang beliau laporkan, ternyata membuat dadanya sesak dan tak kuasa menahan tangis. Kepala SD ini tidak terima di cap curang oleh sebagaian or…