Hari ini, Lelaki itu Datang Lagi

Lelaki muda itu, wajahnya cenderung bulat, tidak tirus. Kerap berbaju koko warna putih dan celana panjang. Kulit wajahnya memberikan gambaran bahwa ia tak gelap, ia berkulit terang. Setiap berjalan, ia selalu mengenakan sebuah peci berwarna hitam. Sebuah penutup kepala yang mungkin sudah menjadi identitas nasional. Tasbih dan buku mungil berisi Surat Yaasiin selalu berada di tangannya.

Hari ini, lelaki muda itu datang lagi. Menginjakkan kakinya di teras rumah ini. Namun penampilannya sudah berganti, tak seperti dulu lagi.

Hari ini, seorang lelaki yang lusuh dan bahkan lebih tepat di katakan kotor, dengan rambut panjang tak terurus. Mengenakan pakaian seadanya yang sangat jelas tak bersih, penuh noda. Banyak aksesoris bertebaran di tubuhnya. Namun ada yang tak berubah, yakni wajahnya yang tak tirus itu.

Saya beranjak keluar rumah dan menghampirinya. Memberikan sebatang rokok yang langsung disambutnya tanpa ekspresi. Korek geret saya nyalakan, namun apinya segera padam tertiup angin siang. “anginnya…“, saya berkata. Tangannya bergegas membentuk sebuah perlindungan untuk nyala api. Sejurus kemudian, dia menghisap dalam sebatang rokok itu, untuk kemudian beranjak pergi entah kemana.

Lelaki lusuh itu adalah seorang lelaki yang bertahun lalu selalu nampak rapi. Namun entah badai apa yang membuatnya menjadi begitu rupa. Namun, jauh bertahun-tahun lalu, ia sempat bercerita bahwa ia dibuang oleh keluarganya dari Banjarmasin ke Banjarbaru dan kemudian ia berusaha melanjutkan hidup semampunya. Kalau tak salah saat itu saya masih duduk di bangku SMA.

Hari ini, lelaki itu datang lagi
Hari ini, lelaki itu datang lagi
Saya yang tengah beranjak remaja, kerap melihat ia datang ke rumah, sepintas melihat wajah ramahnya menyapa. kemudian orang tua saya memberikan makanan atau uang untuknya, sekali seminggu atau mungkin lebih. Saya tak ingat pasti. Namun ada yang saya ingat pasti, bahwa ia dulu tak sebagaimana saat ini.

Lelaki itu, yang dibuang oleh keluarganya, yang tidur entah dimana, yang hidupnya dijamin oleh Sang Cahaya, sejenak datang menyapa setelah bertahun-tahun lamanya. Namun ada yang tak jauh berbeda, yakni saya tak bisa berbuat apa-apa.

----
Tulisan ini berhasil dipulihkan dari blog lama yang sudah KO.

Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Original Soundtrack (OST) Dilan

Jadwal Buka Puasa Bersama Ramadhan 1437 H Kota Banjarbaru