SMS Publik Banjarbaru Bermasalah?

Februari lalu, Pemerintah Kota Banjarbaru meluncurkan sebuah layanan baru. Hasil kerja sama Pemerintah Kota Banjarbaru dengan PT Telkom Kalimantan Selatan ini adalah sebuah bentuk Layanan SMS Pengaduan Pemerintah Kota Banjarbaru.

Namun ternyata, tak lama sejak peluncuran sistem tersebut dan sampai akhir-akhir ini masih ada saja suara ketidakpuasan tentang layanan SMS Publik Pemko Banjarbaru ini.

Layanan SMS ini menggunakan nomor premium 7006 dengan menggunakan kata kunci (keyword) untuk hal-hal yang ingin disampaikan kepada Pemko Banjarbaru, baik berupa informasi, pengaduan, saran dan kritik. Setidaknya ada dua hal utama yang menjadi perhatian utama dan menghiasi berita tentang Banjarbaru di media massa cetak.

2 (dua) hal utama tersebut adalah:
  • Hanya mampu melayani 1 operator, dalam hal ini layanan CDMA milik telkom, yakni Flexi; dan

  • Tarif lebih tinggi dari tarif SMS normal, yakni Rp 500,- untuk tiap SMS yang dikirimkan ke layanan tersebut
Melalui sebuah penjelasan, Pemerintah Kota Banjarbaru mengatakan bahwa pada awalnya mereka tidak mengetahui tentang kedua hal tersebut diatas, sementara pada kesempatan lain, PT. Telkom melalui Kancatel Banjarbaru menyatakan bahwa kedua hal tersebut telah disampaikan pada saat pertemuan dalam pembahasan terkait dengan pihak Pemko Banjarbaru. Ini bukanlah 2 hal yang berbeda, tapi 2 hal yang bertentangan.

Siapa yang benar? ahh... bagi saya tidak penting ! Tidak perlu mencari siapa yang salah dalam kejadian ini. Karena ada satu cerita yang mungkin ada kaitannya.

Beberapa tahun lalu, Pemerintah Kota Banjarbaru juga memberikan layanan SMS Publik bagi warganya. Hal yang sama dengan yang kini dilakukan. Bedanya adalah, layanan SMS publik yang pernah digunakan, memakai nomor reguler, yakni 0811516767.

Penggunaan nomor reguler ini tentu saja dengan alasan, yakni untuk menghindari apa yang kali ini diributkan oleh sebagian masyarakat dan unsur di Pemko Banjarbaru sendiri itu.

Saat itu, layanan SMS Publik tersebut ditangani oleh Kantor Telematika (-saat ini sudah digabungkan dengan Dinas Perhubungan menjadi DISHUBKOMINFO Banjarbaru-). Sementara kali ini, urusan SMS Publik ini berada di bawah koordinasi Bagian Organisasi, Sekretariat Daerah Kota Banjarbaru.

Setahu saya, beberapa tahun yang lalu (-dan mungkin sampai dengan saat ini-), jika ingin menggunakan nomor premium -seperti 7006 tersebut- agar dapat melayani oleh seluruh layanan operator selular, maka mau tidak mau harus bekerja sama dengan seluruh layanan operator seluler yang ada. Masing-masing operator tersebut akan memberikan nomor yang sama antara satu dan lainnya. Misalnya menggunakan nomor 7006, maka seluruh operator harus memberikan nomor 7006.

Sehingga pada kenyataannya, tetap saja setiap operator hanya melayani jaringannya sendiri, dan terpisah dari layanan operator lain. Hanya saja nampak samar dan terlihat sama, karena seluruh layanan operator memberikan nomor yang sama.

Kendala yang ada pada beberapa tahun yang lalu adalah, Telkomsel misalnya, hanya menyediakan 1 (satu) nomor untuk wilayah Kalimantan. Entahlah bagaimana dengan operator lainnya. Sehingga sangat sulit untuk mendapatkan nomor yang sama untuk semua operator, apalagi saat ini, jumlah operator seluler yang melayani wilayah Kalimantan Selatan, khususnya Banjarbaru sudah kian banyak. Nomor dari layanan Telkomsel ini kalau tidak salah pernah digunakan oleh Pemprop. Kalimantan Selatan dan Pemko Banjarmasin. Kalau salah ya.. maaph...

Belum lagi masalah tarif, namanya saja sudah nomor premium, yang umumnya memang dipatok lebih tinggi dari pada nomor reguler. Dapat dibayangkan jika nomor itu nomor pertamax atau avtur. Lha.. memang ada?

Namun, persolan tarif ini bagi saya sangat relatif. Toh keperluannya adalah keperluan SMS publik. Ini berarti hanya mereka yang benar-benar perlu untuk menggunakannya saja yang mengirim SMS. Jadi tak akan jadi SMS iseng macam, "hi... pa kabar? lama ga ketemu nih..." atau macam ini, "hei, sepi nih, sms-an yuk....".

Akhirnya benar kata orang-orang bijak, bahwa pengalaman adalah guru terbaik.
Karena saya turut mengatakannya, maka bisa jadi saya juga dapat dikatakan bijak.
Jelas bahwa Pemko Banjarbaru sendiri, -termasuk kita-kita ini- harus banyak mengevaluasi dari apa yang telah dilakukannya sendiri. Jangan sampai terulang, apa yang dulu dihindari justru dilakukan saat ini. Selain itu perlunya mempertimbangkan dan mengetahui banyak sisi sebelum membuat keputusan yang memiliki implikasi kepada publik dan pemko sendiri.

Sudah ahh... mau nyari ketupat dulu....

dan yang tak kalah penting adalah, kepada Pemko Banjarbaru, segeralah rubah password standar/default untuk mengakses sistem layanan SMS tersebut, karena sangat mudah ditebak, siapa tau disalahgunakan oleh orang-orang iseng karena mempublikasikan alamat sistem tersebut sebenarnya sangat tidak perlu, malah memancing rasa ingin tahu.

Layanan Kesehatan
Ketik : bjbkes isi pesan
Contoh : bjbkes Dimana tempat cabut gigi yang tidak sakit?

Layanan Pendidikan
Ketik : bjbdik isi pesan
Contoh : bjbdik Tolong soal UAN jangan sulit-sulit, nanti sulit lulus

Layanan Perijinan
Ketik : bjbijin isi pesan
Contoh : bjbijin Mohon ijin pasang spanduk caleg di depan rumah Walikota Pak? Boleh?

Kirimkan SMS ke 7006

Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Original Soundtrack (OST) Dilan

Jadwal Buka Puasa Bersama Ramadhan 1437 H Kota Banjarbaru