Suruh Kapolres Hubungi Saya!

Sebuah percakapan cukup pendek terjadi di pagi ini ...
"Selamat pagi...", sebuah suara lelaki terdengar disaluran telpon nirkabel.
"Pagi...", demikian jawab saya.
"Apa betul saya bicara dengan Bapak Wahyu?"
"Ya, betul, saya sendiri. Kalau boleh tau ini dari mana?"
"Siap. Saya Bripda Gunawan, Pak. Ajudan Kapolresta Banjarbaru. Saya mendapatkan perintah dari Kapolresta Banjarbaru untuk menghubungi Bapak".

Isi kepala saya sontak berputar, ada apa pula ini?

"Ya, kalau boleh tau ada apa Mas?" saya bertanya pada ajudan tersebut.
"Bapak diminta untuk menghubungi Pak Kapolres secepatnya. Ada hal penting yang ingin beliau sampaikan. Bapak diminta langsung menghubungi nomor pribadi beliau", jelas sang ajudan.

"Kalau boleh tau, ada urusan apa saya dengan Pak Kapolres?"
"Siap Pak. Saya tidak tahu Pak. Saya hanya menjalankan tugas dari pimpinan".

"Ooo.. begitu...".
"Siap Pak. Betul. Silakan Bapak hubungi beliau di nomor berikut 0-8-1-5-7-4-9-3-8-8-8-7", lanjut sang ajudan mengejakan nomor telpon Pribadi Kapolresta Banjarbaru.

"Oke, saya catat...".
"Terima kasih Pak, ditunggu..".

"Ya, sama-sama Mas..."

Isi kepala saya kembali berputar, dan hasilnya adalah sebuah SMS dari saya meluncur kepada sang ajudan yang tak lama lalu menghubungi yang berisi: "Pak Kapolres tak bisa saya kontak. Mohon beliau telp saya ke nomor pribadi saya saja. Segera!"

Itulah sekelumit kejadian yang saya alami di pagi hari menjelang tidur saya kali ini.

Apa yang ingin saya bagi adalah :
Jangan pernah melayani telpon atau SMS dari nomor berikut : 081574938887 atau 0818541616 !!! Kecuali menyediakan diri untuk tertipu. Dikiranya saya tak bisa tau siapa saja ajudan Kapolresta Banjarbaru !!!

Kepada Pak Zuhdi, Kapolresta Banjarbaru ...
Satu lagi yang berniat mencatut nama Bapak, yang sabar ya Pak.
Toh orang sabar itu disayang Tuhan. Betulll?


Tapi saya curhat dikit ya Pak...
Saya kadang bingung Pak, apa fenomena ini gara-gara negara ini sudah sebegitu menderitanya, sehingga tidak ada jalan lain untuk cari duit sehingga menggunakan cara-cara sedemikian. Tapi kok ya rasanya negeri dan daerah ini tidak sebegitu menderitanya. Betul kan Pak?

Apa karena bawaan orok ya Pak? entahlah... tapi yang jelas kata Bang Napi sih, kejahatan itu terjadi karena adanya niat dan/atau kesempatan.

Tapi saya pening kalau harus mikir ini Pak, saya mau tidur dulu. Tapi sebelum saya tidur, saya mau berikan sedikit tips bagi teman-teman saya yang sering berkunjung ke sini Pak... yakni:

Paling kurang milikilah nomor telpon resmi kantor kepolisian pada koleksi nomor telpon kalian. Karena jika tidak memiliki nomor kontak personal/teman yang bekerja diinstusi tersebut, paling tidak bisa gunakan nomor telpon resmi kantor untuk melakukan cross-check atas informasi macam kejadian di atas itu.

Komentar