Pos

Menampilkan postingan dari Februari, 2009

Banjarbaru di Kepala Saya (Jilid 02)

Gambar
Kembali tentang kota tercinta saya, Banjarbaru, setelah sebelumnya berbagi sedikit cerita melalui Banjarbaru di Kepala Saya edisi 01. Banjarbaru yang pasti akan kian ramai dan bisa saja menjadi sesak, jauh lebih sesak dari pada yang mungkin pernah saya bayangkan.

Kota yang cuma memiliki 1 lampu merah kata Amed, tapi sudah jadi digital itu lanjutnya. Banjarbaru yang mungkin gemar membongkar sejarah kotanya, kata Pak Ben. Tapi jelas, Murjani itu tak pernah sepi kata Aap.

Namun pasti Banjarbaru akan kian ramai, dan itu tak lama lagi.

Banjarbaru bukanlah sebuah kota kecil, demikian kata seorang teman dari Departemen Pendidikan Nasional sana, sewaktu saya mengajaknya berputar sebentar di tengah malam di Banjarbaru setelah pagi hari mengantarkannya melakukan pemeriksaan pada sebuah kabupaten di Kalsel ini. Ah, ada bangga terasa, tapi jelas tak terucap, karena memang saya mencintai daerah ini.

Banjarbaru, dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi pusat kota pemerintahan propinsi Kalimantan…

Suruh Kapolres Hubungi Saya!

Gambar
Sebuah percakapan cukup pendek terjadi di pagi ini ...
"Selamat pagi...", sebuah suara lelaki terdengar disaluran telpon nirkabel.
"Pagi...", demikian jawab saya.
"Apa betul saya bicara dengan Bapak Wahyu?"
"Ya, betul, saya sendiri. Kalau boleh tau ini dari mana?"
"Siap. Saya Bripda Gunawan, Pak. Ajudan Kapolresta Banjarbaru. Saya mendapatkan perintah dari Kapolresta Banjarbaru untuk menghubungi Bapak".

Isi kepala saya sontak berputar, ada apa pula ini?

"Ya, kalau boleh tau ada apa Mas?" saya bertanya pada ajudan tersebut.
"Bapak diminta untuk menghubungi Pak Kapolres secepatnya. Ada hal penting yang ingin beliau sampaikan. Bapak diminta langsung menghubungi nomor pribadi beliau", jelas sang ajudan.

"Kalau boleh tau, ada urusan apa saya dengan Pak Kapolres?"
"Siap Pak. Saya tidak tahu Pak. Saya hanya menjalankan tugas dari pimpinan".

"Ooo.. begitu...".
"Siap Pak. Betul. Silakan Bapa…

Haruskah Pindah ke Jalan?

Gambar
Sekelompok anak kecil itu bermain bola di sebuah lapangan di sudut jalan sebuah perumahan. Sore hari yang cerah membuat semua terasa pas. Lapangan pasir yang jelas berdebu tak mengurangi semangat serta canda tawa mereka. 8 orang anak dengan tiga buah bola. Seorang anak menjadi penjaga gawang yang tiangnya entah terbuat dari batang kayu apa.

Suatu sore yang cerah, saya berhenti untuk sejenak menyaksikan yang mereka lakukan. Sekelebat teringat apa yang juga dulu saya lakukan bersama kawan-kawan sepermainan. Namun beberapa hari yang lalu, pada saat yang bersamaan, di suatu sore yang cerah, saya takut akan sebuah bayangan masa depan.

Sembari tersenyum menyaksikan apa yang mereka lakukan, saya yang berada di pinggir jalan agak jauh dari lapangan tempat mereka bermain, saya coba mengambil gambar keceriaan itu seadanya dengan kamera pada ponsel. Saya tersenyum bahagia dengan sedikit dibumbui nuansa romatisme masa kecil. Namun itu tak bertahan lama, ada getir terasa.

Karena beberapa hari sebe…