Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2008

Sampai Rumah Sakit Ulin Saja

Gambar
Pada pertigaan jalan menuju Terminal Regional Km 6 Banjarmasin itulah sang bocah duduk termenung. Terdiam di median jalan setinggi 30cm sembari mendekap lutut yang dirapatkan ke dada. Tanpa jaket atau payung yang menutupi kepala, ia hening di bawah gerimis. Pukul 21.35, waktu di Banjarmasin.

Tepat saat lampu merah menyala, saat itu pulalah aku tepat berhenti di depannya. Lokasi yang sama dan gerimis yang sama. Sejurus matanya menatap dan diam, kemudian berkata...

Bang, boleh numpang? Saya mau pulang ke seberang RS Ulin.
Saya kaget sejenak, lalu memperhatikan kanan kiri, tidak ada orang lain, hanya ada sebuah mobil di depan aku. Jelas pertanyaan itu ditujukan untukku.
Ya sudah, naik. Kemana tadi?

Seberang rumah sakit ulin Bang...
Bergegas bocah itu naik dan duduk di jok belakang.

dari jam berapa di sini?
dari siang Bang...

sama siapa aja? kawan-kawan banyak?
ya... ada beberapa...

ngapain?
ngamen Bang.. di terminal

Gerimis terus saja turun, dan kami pun terus saja berlalu dibawahnya

sehari …

Banjarbaru di Kepala Saya (Jilid 01)

Gambar
ahh... setelah saya perhatikan betul-betul, sudah cukup lama saya tidak menuliskan sesuatu tentang Banjarbaru pada blog ini. Entah karena apa, bisa jadi karena akhir-akhir ini tenggelam dalam berbagai lamunan dan pekerjaan sehingga sejenak mengistirahatkan panca indera saya mengitari Banjarbaru.

okehhh.. sodara sodari, kali ini saya akan bercerita tentang kota yang telah membesarkan saya ini. Kota yang menyimpan banyak hal dalam memori jangka pendek dan panjang saya. Tarik nafas sendiri dalam-dalam, jangan tarik nafas orang lain, sebab saya akan mulai.

Pertanyaan sederhana saya munculkan untuk diri sendiri, yakni, apakah saya betah tinggal di Banjarbaru dan pernahkan memutuskan untuk tinggal di Kota lain? Jawabannya adalah betah dan tidak pernah memikirkan untuk pindah kota!

Jika pertanyaan itu disampaikan secara lisan, maka akan terdengar jawaban saya yang cepat dan tegas, tanpa keraguan sedikitpun.

Banjarbaru dalam mata saya adalah sebuah kota yang kecil namun menarik. Tapi tidak ju…

Dunia Memang Sempit

Gambar
Malam ini, dengan ditemani alunan suara Tiar Ramon yang mengalunkan lagu-lagu melayu macam Seroja, Sri Mersing dan lain-lain, dan terutama akibat telpon seorang kawan lepas tengah malam, saya sungguh kian meyakini bahwa dunia itu ternyata sempit. Walau dulu sudah mengenal bermacam pemeo seperti dunia tak selebar daun kelor, atau sejenisnya, namun berbekal kasus pribadi, saya yakin, dunia itu sempit.

Banyak hal yang membuat saya kian meyakini hal ini, paling tidak ada beberapa yang mungkin dapat saya bagi melalui halaman ini.

Misalnya saja Ichal dan Soulharmony, dua orang blogger Kalsel, yang setelah keduanya ikut kopdar pada saat yang bersamaan, baru tau kalau ternyata mereka berdua adalah SAUDARA SEPUPU !!! Apalagi soulharmony bukanlah nama yang dikenal dikeluarga, melainkan untuk lingkungan ngeblog saja.

Belum lagi beberapa kejadian macam saya alami ...

Medio 1995, saat saya masih berada di Bandung yang Kota Kembang itu, dengan berbekal trik klasik titip map, saya berhasil berkenala…