Leadership = Leader yang Sip

Leadership atau kepemimpinan pada dasarnya terdiri dari dua kata, bahasa inggris dan bahasa indonesia. Yaitu Leader dan Sip. Leader itu berarti pemimpin sedangkan sip itu berarti sip, atau bagus, yang kerap simbolkan dengan jempol menghadap ke atas.

Banyak orang yang bercita-cita menjadi pemimpin, baik itu secara formal maupun informal. Secara teoritis, cabang keilmuan yang mempelajari persoalan kepemimpinan itu dikenal dengan nama Leadership yang secara umum menjadi Leadership Theory dan juga Leadership Technique.

Namun, dalam Sakalogi, Leadership itu adalah sebagaimana dijelaskan di awal tulisan ini. Prinsipnya adalah:
Bagaimana seseorang itu menjadi leader atau pemimpin yang sip. Kiat utamanya sangat sederhana, yakni menjawab sebuah pertanyaan berikut: Apa yang harus dilakukan untuk menjadi seseorang yang sip bagi mereka yang mengikuti kita?
Karena yang namanya pemimpin, pasti ada yang dipimpin. Sebuah dalil agamapun menjelaskan bahwa setiap pribadi adalah menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri. Karenanya harus menjadi seseorang yang sip bagi dirinya sendiri.

Kalau seseorang yang memiliki pangkat dan kedudukan di atas kita lantas tidak bisa menjadi seseorang yang sip, maka menurut Sakalogi ia masih belum khatam mempelajari dan mengamalkan Leadership itu, dengan kata lain belum pantas menyandang gelar sebagai seorang pemimpin atau leader dan belum cukup urat untuk dipanggil pimpinan. Hanya cukup disebut sebagai Ketua, Kepala, Direktur dan lain sejenisnya. Itu saja.

Bagaimana, masih berminat menjadi pemimpin?

Catatan:
Tulisan ini dipulihkan dari blog lamaku (pakacil.net) yang sekarang sudah tidak aktif lagi.

Sakalogi adalah sebuah cabang ilmu yang tidak diakui di ranah ilmu pengetahuan manapun. Sebagaimana logi-logi yang lain, SAKALOGI juga berasal dari dua kata, yakni Sakahandak (bahasa Banjar) dan Logus (bahasa Latin). Sakahandak itu berarti semaunya, cukup mirip dengan Sak Karep dalam bahasa jawa. Sementara Logus itu berarti ilmu. Nah, gabungan keduanyalah yang menghasilkan SAKALOGI, atau ilmu semaunya.

Karena itulah, SAKALOGI ini dilahirkan untuk menikam rasa sok pintar itu, dengan tulisan dan pemikiran yang sok cerdas.

Sakalogi menjadi sebuah cabang ilmu yang sangat nekad memberikan penjelasan tentang ragam hal di dunia ini dengan semaunya. Penganut ilmu ini bisa diindentikan dengan cara pandang yang berbeda dengan orang banyak, memiliki kecenderungan menjadi pencilan pada sebuah garis linier. Namun demikian, tetap tidak membuka peluang untuk dijadikan referensi untuk kepentingan ilmiah apapun. Sungguh.

*Sumber gambar

Komentar

  1. Berhubung dipastikan oleh penulis bahwa ulasan di atas tidak bisa menjadi sandaran maupun referensi ilmiah apapun maka...idealnya sakalogi perlu didaftarkan sebagai akar ilmu hardndaselogi/sakarepmulogi...

    BalasHapus

Posting Komentar