Atas Nama

Sebagai warga negara yang telah belajar sedikit sejarah negara dan bangsa ini di sekolah dasar sampai menengah, tentu sangat mengenal dengan kalimat berikut: Atas nama Bangsa Indonesia, Soekarno Hatta. Ini adalah penutup proklamasi negara ini. Soekarno - Hatta memang diakui sebagai representasi seluruh rakyat Indonesia untuk mengumandangkan pernyataan kemerdekaan diri negara ini dari para penjajah.

Demikianlah naskah hasil ketikan Sayuti Melik. Pada naskah Hatta, A Soebardjo, yang dibantu oleh Soekarno sebagai pencatat, klausa Atas Nama Bangsa Indonesia tersebut berbunyi Wakil2 Bangsa Indonesia. Namun tetap dengan semangat atas nama itu tadi.

Jaman SMP dulu, aku pernah diminta bantuan oleh seorang kawan yang laki-laki itu, untuk mengutarakan perasaannya kepada seorang kawan yang perempuan itu. Aku berbicara atas nama-nya akibat sedikit kekurangnekadan yang dimilikinya. Untung saja pagar tidak makan tanaman. Namun kasus atas nama yang satu ini, juga dinyatakan sah secara adat. Walaupun demikian, hasilnya tetap ditolak. Begitu luas dimensi atas nama bukan?

Rossa juga menyanyikan sebuah lagu yang berjudul atas nama cinta. Begitu banyak kejadian yang mengatasnamakan cinta ini. Pada kejadian lain, begitu banyak unjuk rasa pro-kontra atas sebuah hal, atas nama demokrasi dan kebebasan berpendapat. Bahkan yang paling menggelikan adalah, adanya kekerasan atas nama agama, yang terakhir ini betul-betul lucu.

Bagaimana kemudian kalau mengatasnamakan orang lain untuk bicara suatu hal, tanpa sepengetahuan apalagi seijin yang bersangkutan?

Kalau kita berkata atas nama kawan, maka pastikan bahwa sang kawan itu tahu dan sependapat dengan apa yang kita utarakan. Kalau kita berkata bahwa kita bicara atas nama kawan-kawan, maka pastikan pula hal itu sepengetahuan dan sepersetujuan kawan-kawan.

Kalau sudah menyangkut sebuah sistem organisasi dalam bentuk apapun, maka tentu ada aturan mainnya soal atas nama ini. Tidak sembarangan orang dapat bicara mengatasnamakan sistem organisasi itu. Kalau setiap orang dalam sebuah wadah yang berwujud organisasi berbicara atas nama organisasi, padahal sesungguhnya atas nama pribadi, maka tunggulah kerancuan dan kekacauan yang akan muncul menyapa.

Sungguh, bicara atas nama dan mengatasnamakan itu bisa sangat tidak mudah dan mengandung banyak konsekuensi.

Bagiku pribadi, lebih baik tidak usah bicara kalau tidak berani menyatakan sebuah pendapat pribadi adalah sebuah pendapat pribadi. Berani bicara dengan berlindung dibalik punggung orang lain yang tidak mengetahui permasalahan dan bahkan mungkin tidak sependapat, adalah sebuah tindakan pengecut.

Bisa jadi hikmah yang kurang penting:
Kalau kita mengisi data pribadi di berbagai formulir, akan jarang ditemukan kolom isian lain di atas nama, kalau di bawah nama, maka yang paling sering di temui adalah tempat tanggal lahir.

Catatan:
Tulisan ini dipulihkan dari blog lama (pakacil.net) yang sudah tidak aktif lagi.

Komentar

Banyak yang baca dalam 30 hari terakhir:

Original Soundtrack (OST) Dilan

Berbahayakah Menarik Rambut Hingga Berbunyi?

Sales Selang & Regulator yang Kurang Ajar!