Rabu, 15 Juni 2016

Permainan Sepak Bola Terakhir

Sebenarnya, kalau dikatakan tidak mengerti sepak bola sama sekali juga tidak. Kecil dulu sempat bergabung dengan sebuah klub bola yang latihan rutin beberapa kali dalam sepekan. PS Rajawali Muda namanya. Dilatih oleh Om Basuki, pemain PS Putra Rimba. Pada suatu kurun waktu juga pernah begitu mengikuti pertandingan² sepak bola, yang disiarkan oleh televisi.

Jika ditanya siapa pemain bola idola, maka saya akan bisa menyebutkan tiga nama, yakni John Barnes saat bermain untuk Liverpool FC, serta Franco Baresi dan Paolo Maldini yang keduanya adalah pemain AC Milan. Itulah ketiga pemain bola yang benar-benar saya sukai melebihi yang lainnya. Jika ada yang minta nama lain, mungkin saya hanya akan bisa menyebutkan duet penyerang AC Milan, yakni Daniele Massaro dan Dejan Savićević.

Hingga kemudian, pada suatu waktu, ketertarikan pada sepak bola berkurang, tak seperti dulu lagi. Sampai dengan saat ini yang sepak bola rasanya begitu saja. Entah kenapa bisa. Dari yang selalu menyempatkan diri menonton bola (dan tinju) melalui tipi, bermain bola, hingga kini yang tak lagi nonton apalagi memainkannya. Dari punya beberapa pasang sepatu bola dan beberapa biji bola sepak, sampai kini tak lagi memiliki minat. Dan, masih ingat betul sampai sekarang salah satu momen permainan bola terakhir yang dilakukan dulu.

Permainan Sepak Bola Terakhir © wahyu.web.id
Permainan Sepak Bola Terakhir

Terletak di antara deretan Ruang Fisika dan Ruang Biologi, yang berseberangan dengan Ruang Kimia dan Matematika yang berjejeran, terdapat sebuah lapangan. Itu dulu, waktu kami masih berada di sana. Lapangan yang bisa digunakan untuk banyak hal. Lapangan yang ditumbuhi oleh pepohonan. Pada lapangan itulah kami bermain sepak bola. Bersama kawan-kawan, mahasiswa Jurusan Fisika, Universitas Brawijaya. Lapangan yang sama sewaktu saya berurusan dengan manusia dan makhluk gaib.

Permainan yang menyenangkan memang. Pada suatu saat, seorang kawan yang gegara namanya sama, Wahyu, yang saya paksa panggil Widi, dari penggalan nama belakangnya, sedang menggiring bola pada sisi utara lapangan. Saya mengejarnya, dan kemudian melakukan sliding tackle, bersih saja rasanya itu sliding. Posisi jatuhnya Widi saja yang membuat kaget. Tubuhnya melayang dan jatuh dengan posisi persis melintang pada sebuah batang pohon di tepi lapangan. Tubuhnya nyaris membentur batang pohon, dan itu membuat saya kaget. Kami memang tertawa-tawa saja, namun dalam hati saya benar-benar kaget campur menyesal. Sebab ini harusnya cuma permainan buat rame-rame saja.

Sebab lapangan itu bukanlah lapangan bola, maka tentu saja kondisinya tidaklah sebagaimana lapangan bola harusnya. Pada salah satu momen saat berlari, kaki menginjak bagian lapangan yang tidak rata, dan kemudian semacam terdengar bunyi kecil krekkk...!!! Hasilnya? Kaki kanan bengkak selama beberapa hari, dan tidak bisa digunakan untuk berjalan. Terasa sangat sakit jika diinjakkan. Perlu waktu lebih lama lagi untuk kembali normal sebagaimana biasa. Karena cuma dirawat di kost-kostan.

Kini, jika mulai sebelum sahur sampai dengan setelah sahur dipenuhi pertandingan sepak bola, Piala Eropa dan Copa America, maka selamat menyaksikan. Saya nontonnya cuma pas makan sahur saja. Selesai makan sahur, ya seolah-olah peluit panjang juga langsung bunyi. Biarlah...

MP3 Al-Qur'an 30 Juz | Mishari Rashid al-'Afasy

Rasanya tidak ada istilah terlambat untuk hal ini, kapanpun dapat dilakukan. Kebetulan saja kali ini momennya adalah bertepatan dengan Ramadhan 1437 H, dan entah kenapa ingin rasanya membagikan suara Mishari Rashid al-'Afasy yang membawakan kitab suci Al-Quran dengan begitu indah. Bacaan beliau sudah lama saya sukai.

Untuk mengunduh berkas MP3 Al-Quran yang dibawakan oleh Mishari Rashid al-'Afasy secara sekaligus 30 Juz, dapat dilakukan melalui torrent yang disediakan pada laman quranicaudio.com ; Sementara untuk mengunduh masing-masing surah, selain dapat dilakukan pada laman tersebut juga dapat dilakukan melalui tautan yang tersedia berikut ini:

Urutan Nama SurahUnduh
1Surah Al-FatihahUnduh Surah
2Surah Al-BaqarahUnduh Surah
3Surah Ali ImranUnduh Surah
4Surah An-NisaUnduh Surah
5Surah Al-MaidahUnduh Surah
6Surah Al-An'amUnduh Surah
7Surah Al-A'rafUnduh Surah
8Surah Al-AnfalUnduh Surah
9Surah At-TaubahUnduh Surah
10Surah YunusUnduh Surah
11Surah HudUnduh Surah
12Surah YusufUnduh Surah
13Surah Ar-RadUnduh Surah
14Surah IbrahimUnduh Surah
15Surah Al-HijrUnduh Surah
16Surah An-NahlUnduh Surah
17Surah Al-IsraUnduh Surah
18Surah Al-KahfUnduh Surah
19Surah MaryamUnduh Surah
20Surah TahaUnduh Surah
21Surah Al-AnbiyaUnduh Surah
22Surah Al-HajjUnduh Surah
23Surah Al-Mu'minunUnduh Surah
24Surah An-NurUnduh Surah
25Surah Al-FurqanUnduh Surah
26Surah Ash-Syu'araUnduh Surah
27Surah An-NamlUnduh Surah
28Surah Al-QasasUnduh Surah
29Surah Al-AnkabutUnduh Surah
30Surah Ar-RumUnduh Surah
31Surah LuqmanUnduh Surah
32Surah As-SajdahUnduh Surah
33Surah Al-AhzabUnduh Surah
34Surah Saba'Unduh Surah
35Surah FatirUnduh Surah
36Surah YasiinUnduh Surah
37Surah As-SaffatUnduh Surah
38Surah SadUnduh Surah
39Surah Az-ZumarUnduh Surah
40Surah Al-Mu'minUnduh Surah
41Surah FussilatUnduh Surah
42Surah Asy-SyuraUnduh Surah
43Surah Az-ZukhrufUnduh Surah
44Surah Ad-DukhanUnduh Surah
45Surah Al-JasiyahUnduh Surah
46Surah Al-AhqafUnduh Surah
47Surah MuhammadUnduh Surah
48Surah Al-FathUnduh Surah
49Surah Al-HujuratUnduh Surah
50Surah QafUnduh Surah
51Surah Az-ZariyatUnduh Surah
52Surah At-TurUnduh Surah
53Surah An-NajmUnduh Surah
54Surah Al-QamarUnduh Surah
55Surah Ar-RahmanUnduh Surah
56Surah Al-Waqi'ahUnduh Surah
57Surah Al-HadidUnduh Surah
58Surah Al-MujadilahUnduh Surah
59Surah Al-HasyrUnduh Surah
60Surah Al-MumtahanahUnduh Surah
61Surah As-SaffUnduh Surah
62Surah Al-Jumu'ahUnduh Surah
63Surah Al-MunafiqunUnduh Surah
64Surah At-TaghabunUnduh Surah
65Surah At-TalaqUnduh Surah
66Surah At-TahrimUnduh Surah
67Surah Al-MulkUnduh Surah
68Surah Al-QalamUnduh Surah
69Surah Al-HaqqahUnduh Surah
70Surah Al-Ma'arijUnduh Surah
71Surah NuhUnduh Surah
72Surah Al-JinnUnduh Surah
73Surah Al-MuzzammilUnduh Surah
74Surah Al-MuddassirUnduh Surah
75Surah Al-QiyamahUnduh Surah
76Surah Al-InsanUnduh Surah
77Surah Al-MursalatUnduh Surah
78Surah An-Naba'Unduh Surah
79Surah An-Nazi'atUnduh Surah
80Surah 'AbasaUnduh Surah
81Surah At-TakwirUnduh Surah
82Surah Al-InfitarUnduh Surah
83Surah Al-MutaffifinUnduh Surah
84Surah Al-InsyiqaqUnduh Surah
85Surah Al-BurujUnduh Surah
86Surah At-TariqUnduh Surah
87Surah Al-A'laUnduh Surah
88Surah Al-GhasyiyahUnduh Surah
89Surah Al-FajrUnduh Surah
90Surah Al-BaladUnduh Surah
91Surah Asy-SyamsUnduh Surah
92Surah Al-LailUnduh Surah
93Surah Ad-DhuhaUnduh Surah
94Surah Al-InsyirahUnduh Surah
95Surah At-TinUnduh Surah
96Surah Al-'AlaqUnduh Surah
97Surah Al-QadrUnduh Surah
98Surah Al-BayyinahUnduh Surah
99Surah Az-ZalzalahUnduh Surah
100Surah Al-'AdiyatUnduh Surah
101Surah Al-Qari'ahUnduh Surah
102Surah At-TakatsurUnduh Surah
103Surah Al-'AsrUnduh Surah
104Surah Al-HumazahUnduh Surah
105Surah Al-FilUnduh Surah
106Surah QuraisyUnduh Surah
107Surah Al-Ma'unUnduh Surah
108Surah Al-KautsarUnduh Surah
109Surah Al-KafirunUnduh Surah
110Surah An-NasrUnduh Surah
111Surah Al-LahabUnduh Surah
112Surah Al-IkhlasUnduh Surah
113Surah Al-FalaqUnduh Surah
114Surah An-NasUnduh Surah

Mishari Rashid al-'Afasy
Mishari Rashid al-'Afasy
Al-Afasy nama lengkapnya Shaikh Mishary Rashid Ghareeb Mohammed Rashid Al-Afasy adalah seorang munsyid, hafiz dan imam berkebangsaan Kuwait. Al-Afasy banyak dikenal karena resital Al-Quran dan nasyid yang dilantunkannya. Salah satu nasyidnya yang sangat populer yang berjudul Qolbi Ashghiir (My Small Heart). Al-Afasy sering muncul dalam acara pembacaan Al-Quran di televisi-televisi di kawasan Timur Tengah Amerika dan Eropa. (Sumber: Wikipedia)

Sumber MP3 Al-Quran: quranicaudio.com

Selasa, 14 Juni 2016

Shin Lim: Pertunjukan yang Tak Sekedarnya

Kali ini, ingin mengawali dengan sebuah potongan komentarnya Penn Jillette, yakni "I believe, that is the only You use of smoke I've seen in a magic tricks that was sincerely beautiful." Komentar tersebut disampaikan oleh Penn Jillette dalam acara Penn & Teller Fool Us saat mengomentari pertunjukan yang dibawakan oleh Shim Lim. Pertunjukan yang bahkan Teller tidak tahu bagaimana caranya Shim Lim menghilangkan spidol.

Shin Lim on Penn & Teller Fool Us
Yup... ini memang berangkat dari sebuah pertunjukan sulap yang dibawakan oleh Shin Lim, dan itu pertama kali saya lihat melalui YouTube pada 2015 lalu, dan sampai sekarang tidak pernah bosan menikmatinya berulang kali. Alih-alih berusaha mengetahui rahasia sulapnya, saya justru sangat menikmati sisi lain dari tontonan itu. Tentu saja, yang terutama juga takjub dengan permainan trik kartu yang begitu luar biasa.

Sebelumnya, inilah pertunjukan yang dimaksud:


Salah satu sisi yang menarik perhatian saya begitu rupa adalah bagaimana pertunjukan tersebut dikemas. Diawali dengan komposisi berjudul "Mind Heist" karya Zach Hemsey, dan kemudian disusul dengan komposisi berjudul "Time" karya Hans Zimmer. Selain suasana yang dibangun dengan penggunaan backsound yang keren, pengaturan langkah dan waktu yang dilakukan oleh Shin Lim juga luar biasa. Begitu fit dengan musik latarnya.

Nampaknya Shin Lim memang begitu memperhatikan hal yang satu ini. Contoh lainnya lihat saja saat pertunjukan permainan kartu lainnya, yang bernama 52 Shades of Red, yang didukung dengan penggunaan musik latar "Oblivion" dari M83 feat. Susanne Sundfør serta "Outro" yang juga dari M83.

Pendek kata, pertunjukan yang dibawakan Shin Lim memang lebih dari sekedar permainan sulap atau trik kartu. Namun sebuah pertunjukan yang komplit, yang sudah sangat jelas dipersiapkan dan dikemas dengan sangat serius dan luar biasa, plus detil.

Sabtu, 11 Juni 2016

Ramadhan dan Keributan yang Dirindukan

Ramadhan 1437 Hijriyah yang bertepatan dengan 2016 Masehi kali ini, mungkin seperti tahun kemarin, terasa panas suhu udara. Terik matahari juga. Tapi, tetap puasa bukan? Tentu saja ini bagi yang menunaikannya. Terlebih lagi Ramadhan memang momen istimewa. Setahun hanya ada 29-30 hari.

Ramadhan, juga selalu saja membangkitkan banyak kenangan. Terutama momen-momen Ramadhan saat masa kecil dulu, yang terasa begitu menyenangkan. Bersama keluarga dan bersama kawan-kawan. Semua senang. Jika ada bulan yang sanggup memancarkan kebahagiaan sepanjang hari sebulan penuh, maka sudah pasti itu bulan Ramadhan. Kinipun, mengenang banyak momen yang pernah dilalui itu, tetap saja menyenangkan.

Bagaimana sewaktu kecil dulu saat awal belajar puasa. Mulai dari puasa ½ (setengah) hari, atau dulu kami sebut sebagai "puasa iang-iang". Yakni anak kecil yang diajari untuk menunaikan puasa, namun cukup sampai setengah hari. Siangnya boleh makan minum, kemudian dilanjutkan lagi sampai dengan waktu berbuka tiba. Jika sudah dirasa kuat, maka akan belajar untuk ikut puasa sehari penuh, sebagaimana orang-orang yang sudah dewasa, atau jatuh hukum atasnya.

Bagaimana dulu, sewaktu ikut belajar menunaikan puasa, justru sampingannya adalah sering ke kamar mandi. Ya memang tidak ada tujuan lain. Selain dari pada mengguyur kepala. Basah sebasahnya. Alasannya karena panas. Meningkat dikit, jadilah berenang di kamar mandi. Sambil berharap tertelan air atau minum secara tidak sengaja. Lumayan.

Beranjak remaja, semakin banyak hal yang bisa dilakukan saat bulan Ramadhan. Main petasan? Oh, sudah barang tentu. Itu adalah salah satu yang semacam menjadi acara rutin. Salah lainnya adalah membangunkan warga untuk santap sahur. Beragam cara pernah dilakukan. Keliling komplek sambil teriak, "Sahuuuur.... sahuuur!".
Ramadhan dan Gelas-Gelas Kaca yang Kemudian Pecah © wahyu.web.id
Ilustrasi Air dalam Gelas. (Gambar: glossglam.com)
Atau kemudian, menyalakan sound system di langgar, dan kemudian cukup lewat pengeras suara saja untuk membangunkan warga. Kerja urat leher jadi berkurang.

Hanya saja, untuk hal yang satu itu pernah terjadi insiden. Pada suatu dini hari, bersama dengan seorang kawan, kami susun itu gelas-gelas di langgar. Gelas invetaris langgar yang biasanya memang digunakan untuk beragam keperluan. Kalau bulan puasa, ya terpakai buat buka puasa bersama.

Gelas-gelas itu kami isi air dengan volume yang masing-masing berbeda. Kami susun sedemikian rupa pada tempat dimana biasanya Imam Langgar berada. Bukan apa-apa, karena disitulah lokasi paling dekat dengan microphone. Mic langgar yang kami gunakan untuk memancarluaskan siaran sahur.

Bibir gelas-gelas itu dipukul dengan menggunakan sendok, dan menghasilkan nada yang berbeda satu dengan lainnya. Ya... kami mainkan secara acak sambil tetap melantunkan lirik wajib, "Sauuuuur.... saur!" Begitu menyenangkan dan membuat bersemangat. Saking bersemangat, pukulan menjadi tidak terkontrol, dan prangggg..! Gelas pecah, dan jadi basah. Tidak ada cara lain, bergegaslah membereskan kekacauan mendadak itu. Siaran terpaksa dihentikan. Karena kedua orang penyiarnya langsung pulang.
Dan kini, malam ini, sudah beberapa hari berpuasa di Ramadhan 1437 H, mendadak saja rindu pada suasana seperti itu. Suasana sewaktu Ramadhan kecil dulu.
Beberapa hari ini tidak sekalipun mendengar suara anak-anak atau remaja yang membangunkan warga untuk santap sahur. "Keributan" yang dirindukan pada Ramadhan. Entah kemana dan apa yang dilakukan oleh anak-anak jaman sekarang.

Namun memang, waktu terus berjalan,
hingga beberapa hal hanya akan menjadi kenangan...

Jumat, 10 Juni 2016

Ternyata Begitu Rasanya Dikejar Hantu

Sebelumnya, silakan salahkan Warmorning jika kali ini kisah yang dibagikan agak nyerempet soal mistis. Itu, jika Anda takut. Mendadak teringat kisah ini memang berkat ceritanya Warm, antara perjalanan beliau itu pada suatu tengah malam dan hubungannya dengan sebuah lagu milik The Panasdalam yang berjudul Rintihan Kuntilanak.

Kecil dulu, jamannya masih senang-senangnya mainan sepeda (BMX), jadilah kami yang masih anak-anak di lingkungan rumah ini gemar bersepeda. Bahkan malam juga, yang biasanya kami ngumpulnya selepas isya. Selain buat dikayuh dan jalan kesana kemari sebagaimana biasanya, sekali waktu pernah pula kami bermain dikejar hantu dengan menggunakan sepeda.

Dulu sekali, perumahan ini memang terhitung menjadi salah satu ujung Kota Banjarbaru. Kini sih sudah tidak lagi. Jadilah dulu itu kalau malam suasana lebih gelap dan sangat sunyi. Sungguh jauh berbeda dengan apa yang ada sekarang ini.

Ilustrasi Anak Kecil Kebut-Kebutan Pakai Sepeda
Gambar :  thetoddanderinfavoritefive.com

Kami, yang masih anak-anak itu, dan lagi senang-senangnya bermain, pada suatu malam bersepakat. Untuk bermain dan dikejar hantu. Sudah lupa lagi berapa orang yang ambil bagian dalam permainan tersebut. Jelas sih ada beberapa orang, dengan sepeda masing-masing. Kalau tak salah ingat sepeda saya dulu itu Olympic, warna kuning emas. Hadiah dari Datuk. Dan, pretelan.

Malam itu kami bersepakat, untuk secara bergantian mengitari komplek. Tepat pada salah satu belokan, yang dekat dengan hutan, kami harus membayangkan, bahwa sedang diikuti hantu. Bentuk hantunya terserah mau macam apa, tapi menyeramkan. Mungkin rata-rata dalam bayangannya kami saat itu adalah sosok yang nampak berpakaian putih lecek, jelek, dan lain-lain yang tidak ada bagus-bagusnya. Tentu saja, tidak menginjak tanah.

Satu demi satu dari kami mengayuh sepeda. Perlahan saja awalnya, sampai kemudian menghilang dari pandangan sebab memang sedang mengitari komplek. Sampai pada satu tikungan, muncul lagi terlihat. Kali ini, tidak lagi perlahan, tapi semua yang terlihat sudah mengayuh sepedanya kuat-kuat. Ngebut sengebutnya. Sayanyapun begitu, sama dengan kawan-kawan lainnya.

Bagaimana tidak takut dan ngebut, malam-malam sepi dan gelap, saat melewati hutan malah yang dibayangkan adalah sedang diikuti dan dikejar hantu. Entahlah siapa lupa lagi yang punya ide cerdas mengekplorasi perasaan takut macam itu. Hanya saja waktu itu jadi tahu, ternyata begitu rasanya kalau dikejar hantu.