Senin, 23 Mei 2016

Sedap! Tongseng Bebek Poro di Banjarbaru

Bagi mereka yang tak mengkonsumsi daging, tentu bebek bisa menjadi salah satu pilihan alternatif. Terlebih lagi bagi yang selama ini tahunya tongseng itu hanya berbahan dasar kambing, tapi tak bisa makan daging kambing. Tentu jadi perkara bila ingin menikmati tongseng.

Tapi jangan khawatir, judulnya sudah memberikan alternatif, ada tongseng bebek! Sebenarnya, di warung di mana kami biasa menikmati tongseng bebek ini, juga tersedia tongseng berbahan dasar biasanya, yakni kambing atau iga. Tapi ya itu tadi, juga disediakan opsi lain, berbahan dasar bebek atau ayam.

Poro, Tongseng Bebek Sedap di Banjarbaru
Tongseng Bebek di Warung Poro, Banjarbaru
Soal rasa, tongseng bebek beliau yang satu ini memang enak. Disajikan dalam keadaan panas-panas dengan pilihan tingkat kepedasan yang beragam. Kalau yang tak tahan pedas, cukup pesan yang manis atau biasa saja. Jangan nyoba pedas level berapapun!
Rumus pedasnya tongseng bebek Warung Poro ini adalah, angka level setara dengan berapa sendok jumlah cabainya. Jika menyebutkan pedas level satu, maka berarti cabainya satu sendok.
Suatu ketika, pernah ngajak dua orang kawan untuk makan di sana. Mereka belum pernah. Tanpa kuceritakan soal pedasnya terlebih dahulu, salah seorang diantaranya pesan pedas level dua, dengan disertai rasa percaya diri. Alhasil, dia minta ampun. Barulah kemudian kuceritakan. Sambil tertawa-tawa. Kawanku itu ngomel. Akunya tidak. Karena akunya yang diomeli. Tapi dia juga senang karena ditraktir.
Kesaksian dari kawan-kawan yang kuperkenalkan dengan tempat makan tongseng bebek ini, semua bilang enak. Bahkan rerata kemudian menjadi langganan di sana. Kini ada yang lebih sering mereka makan di sana dari pada aku yang kasih tahu. Syukurlah, lidah mereka cocok.
Tak seperti sebelumnya, kini warung yang menjadi salah satu tempat kuliner di Kota Banjarbaru itu sudah berkembang. Telah sewa tempat di salah satu ruko di daerah Karang Anyar, tepatnya di Jl. Bina Satria, Loktabat Utara, Kota Banjarbaru.

Justru di tempat baru ini Warung Poro ini begitu ramai. Parkirnya juga mudah. Jika ingin nyoba, siang juga sudah buka. Tapi selepas maghrib, kadang kala sudah habis. Untung-untungan kalau nyarinya malam. Syukur kalau masih ada. Dan… siapa tahu suatu ketika kita tak sengaja berjumpa di sana.

Memang, soal rasa dan selera adalah soal lidah masing-masing, namun untuk menu yang satu ini, naga-naganya tidak salah jika berucap: "Percayalah, ini adalah salah satu warung enak di Banjarbaru."

Catatan khusus:
Tulisan ini dipindahkan dari rumah sebelumnya, yang terbit pada 5 Agustus 2015.

Menjatuhi Poppins Cinta

Salah satu bagian yang mengasyikkan dan kadang melelahkan apabila berubah engine blogging itu adalah utak-atik beragam halnya. Tanpa perlu jauh-jauh mengambil contoh, ya yang ada inilah contohnya. Begitu wahyu.web.id ini yang semula menggunakan WordPress dipindahkan ke Tumblr sejenak, kemudian ke blogspot sebagaimana saat ini, proses ngulik-ngulik itu terus berlangsung.

Meski tercatat secara resmi pertama kali posting di blog adalah tertanggal 18 April 2006, dan notabene itu adalah di blogspot, bukan lantas berarti faham betul bagaimana ini menggunakan blogspot. Sebab setelah 10 tulisan, blog itu kemudian dimuseumkan. Alhasil, ya sekarang mesti belajar lagi, otodidak lagi, sebagaimana biasa.

Salah satu hal yang menarik diutak-atik tentu saja adalah tampilan. Bagaimana agar tampilan sesuai dengan yang diinginkan. Sesuai dengan selera dan kehendak pribadi selaku empunya. Bagus atau tidak menurut orang lain itu relatif. Namun sesuai selera pribadi, itu bisa jadi mutlak.

Satu bagian penting dari tampilan yang begitu saya perhatikan adalah penggunaan jenis huruf. Karenanya, untuk memudahkan dan memastikan bahwa huruf yang diinginkan tidak hanya tampil di perangkat yang saya gunakan, namun juga di perangkat lain yang orang lain gunakan, selalu sajalah suka menggunakan Google Fonts dan beberapa bagian detil menggunakan Font Awesome.

Poppins on Google Fonts
Kali ini, pilihan jenis huruf jatuh kepada yang namanya Poppins. Menjatuhi poppins cinta ini setelah menyusuri beragam jenis huruf yang tersedia di sana. Biasanya, pilihan tidak jauh-jauh dari Roboto, dan beberapa jenis huruf lainnya. Entah karena apa, sehingga baru sekarang melihat yang namanya Poppins ini dan ini menyenangkan.

Tentu saja, tidak serta merta berarti orang lain juga suka dan senang. Toh setiap orang miliki selera pribadi. Hanya saja, jika orang lain suka, ya terima kasih dengan banyak sekali. Jika tidak suka, ya itu bukan urusan saya dan sayanya mohon maaf. Karena tidak mungkin memuaskan dan membuat semua orang suka. 100 manusia tentu berarti 100 isi kepala.

Selamat berjumpa, Poppins. Mudahan kita bisa akrab untuk waktu yang lama sekali. Karena minimal, akunya tidak akan jadi pusing harus merubah lagi jika ada huruf baru yang kurasa lebih bagus lagi.

Catatan perubahan detil lain:
Mulai beberapa waktu terakhir, gambar yang digunakan pada blog ini menggunakan format WebP.

Minggu, 22 Mei 2016

Perubahan Lapangan Bola Menjadi Taman Murjani Banjarbaru

Bagi warga Kota Banjarbaru maupun yang pernah berkunjung ke Kota Banjarbaru, rasa-rasanya akan tahu dengan yang namanya Lapangan Murjani. Itulah adanya semacam alun-alun yang terletak di pusat Kota Banjarbaru. Persis di depan Balai Kota Banjarbaru. Lapangan Murjani terbagi atas dua bagian utama, yakni lapangan beraspal dan lapangan bola.

Tentang Lapangan Murjani sendiri sudah beberapa kali dituliskan pada blog ini. Namun untuk kali ini adalah khusus pada bagian lapangan bolanya. Yakni perubahan lapangan sepak bola Murjani menjadi taman keluarga dan hutan kota mini.

Niatnya, itu lapangan sepak bola akan ditiadakan sama sekali dan diubah fungsi. Berarti kalau mau main sepak bola, silakan gunakan lapangan lain yang ada di Kota Banjarbaru. Ada stadion mini, ada lapangan bola milik Brimob, ada lapangan Porgala, dan lain-lain tempat lagi.

Lapangan Bola menjadi Taman Mujani Banjarbaru, Mungkinkah?

Pada bagian Murjani yang kini berfungsi sebagai lapangan sepak bola, akan dibuat sebuah taman terbuka, yang konsep dasarnya cocok untuk keluarga. Ini berarti tidak hanya cocok buat pacaran semata. Sebagai peneduh hanya akan terdiri dari pohon-pohon yang rindang. Juga akan tersedia fasilitas bermain untuk anak-anak. Kenapa untuk anak? Biar anak-anak di Banjarbaru miliki tempat bermain yang layak di luar ruang. Jangan dibiasakan terkurung di rumah mainan gagdet. Agar biasa bersosialisasi dan gaul dengan anak-anak sepermainan.

Taman yang dipenuhi dengan bunga tersebut juga dilengkapi dengan beberapa tempat duduk. Selain itu juga seluruh bagiannya akan ditanami rumput dan hanya beberapa saja yang akan menggunakan paving block sebagai jalur jalan kaki. Oh iya, rerumputan itu juga adalah jenis terpilih yang cocok dengan iklim di Banjarbaru serta nyaman bagi pengunjung yang ingin duduk lesehan santai.

Satu-satunya bangunan yang memiliki atap pada konsep baru Lapangan Murjani tersebut adalah sebuah panggung mini, yang berukuran ± 4x6m² tanpa dinding. Ya selain fungsi utama sebagai panggung mini, siapa tahu juga diperlukan bagi pengunjung yang tiba-tiba saja perlu tempat berteduh karena hujan deras yang mendadak datang tanpa pemberitahuan.

Tentu saja, fungsi utama panggung itu adalah sebagai tempat atau fasilitas bagi warga Banjarbaru yang ingin menampilkan dirinya. Mau nyanyi, tari, baca puisi, dan lain-lain bentuk. Pendek kata, apapun itu yang ingin ditampilkan dan miliki nilai positif, silakan tampil. Karena panggung juga sudah akan dilengkapi dengan perangkat tata suara yang memadai.

Cuma, keberadaan panggung ini masih bersifat opsional, bisa ada, bisa ditiadakan. Sebab pada jarak yang tak jauh sudah ada panggung, yakni Panggun Bundar Minggu Raya, dan panggung di Taman Van Der Pijl.

Lapangan Murjani yang akan berganti nama menjadi Taman Murjani Banjarbaru (atau bisa juga Alun-Alun Murjani) tersebut tentu saja juga akan dilengkapi dengan lampu-lampu penerangan. Selain sebagai pelengkap dan penghias untuk memperindah taman, juga secara fungsional untuk menerangi taman kala malam.

Tentu saja, pengunjung yang berkunjung ke Taman Murjani ini tidak akan dipungut biaya serupiahpun. Sepenuhnya gratis. Yang diperlukan hanyalah kesadaran untuk menjaga taman jangan sampai dirusak dengan cara apapun. Berani merusak, maka Satpol-PP Kota Banjarbaru akan memproses Anda. Jika terbukti, maka salah satu bentuk hukumannya adalah mengembalikan apa yang telah dirusak menjadi sebagaimana semula.
Sekarang, adalah bagian paling penting dan mendasarnya sebelum ditanyakan kapan perubahan ini dilakukan, yakni: Apakah Lapangan Bola Murjani akan benar-benar dirubah menjadi Taman Murjani? Kata kuncinya terletak pada awal alinea ketiga di atas, yakni pada kata: NIATNYA
Ya... begitulah, Bapak Ibu Sodara-Sodari, ini cuma niatnya, niat sayanya jika miliki kekuasaan di Banjarbaru untuk melakukan "ini itu" untuk menyenangkan masyarakat Kota Banjarbaru ini. Hanya saja, berhubung saat ini tidak atau belum memiliki kekuasaan itu, ya dibatasi sebagai niatnya saja dulu. Namun tentu juga bisa disampaikan kepada pihak-pihak terkait yang memilki otoritas.
Akhirnya, sebab oleh niat sayanya ini sudah dilemparkan ke ruang publik, jadi ingin tau bagaimana pendapat masyarakat Kota Banjarbaru: Setujukah terhadap ide perubahan fungsi Lapangan Bola Murjani ini?
Jika setuju, maka berarti kita sama, meski tak semua dasar pemikirannya saya tuliskan di sini. Sekedar lontaran awal. Jika tak setuju, ya artinya kita tidak sama. Begitu saja siiih.... Ini bukan fait accompli, namun jika Anda setuju, Anda telah membuat saya dan banyak orang akan bahagia, percayalah.

Tiga Rahasia 'Sulap Terbesar'

Sejak bertahun-tahun, salah satu hal menarik dan sering kali dilakukan di rumah adalah menonton pertunjukan sulap melalui internet, terutama YouTube. Ini memang satu-satunya jalan agar bisa nonton sepuasnya. Banyak sekali video permainan sulap yang ada di sana. Sesekali teringat bahwa sewaktu dulu masih SMP, pergi ke Banjarmasin bersama Abah, untuk kemudian membeli buku yang berjudul Sulap Kartu yang ditulis oleh Temple C Patton.

Bahkan saat kelas 1 SMA pernah berujung disuruh menghadap ke guru piket, sebagai akibat main sulap kartu sebab mempraktekkan isi buku tersebut . Nantilah kisahnya soal ini. Kali ini soal tontonan sulap itu saja dahulu.

Kini, banyak betul video yang bisa disaksikan, dan pertunjukan yang mengagumkan. Tidak terbatas hanya nama-nama besar dalam pertunjukan sulap. Banyak pula yang muncul dalam tahun-tahun terakhir ini. Misalnya saja Shin Lim, yang kemudian sangat dikenal setelah kemunculannya pada acara pesulap Penn & Teller. Ada pula Yu Ho Jin, manipulator kartu yang triknya mantap itu, dan banyak lainnya lagi.

Hanya saja, hampir rerata pada video-video yang disaksikan menemukan hal yang menyebalkan. Menyebalkan di sini tentu saja adalah pendapat pribadi yang tidak mewakili instansi manapun juga, serta dirasakan secara sadar tanpa berada di bawah tekanan pihak manapun juga.
Menyebalkan sekali jika ada komentar-komentar yang berusaha menjelaskan bagaimana trik-trik dilakukan. Hal itu sungguh menyebalkan bagi seorang penikmat.
Bukankah bagian yang paling membuat menarik dari sebuah pertunjukan sulap itu rahasianya? Walau mungkin pula sebab itulah maka banyak yang ingin mengorek-ngorek. Sementara bagi seorang penikmat, rahasia-rahasia itu biarlah menjadi milik pesulap, karena itulah sesuatu dibalik pertunjukan yang menjadikannya begitu luar biasa. Apa asyik dan menariknya sulap jika sudah tahu rahasianya?
Dan... kadang merasa, bahwa hidup ini mungkin lebih kurang mirip pertunjukan sulap. Justru yang membuat hidup ini semakin menarik dan kehidupan menjadi begitu luar biasa adalah pada rahasia-rahasia besar yang takkan pernah diketahui.
Jika hidup ini miliki prinsip yang sama dengan pertunjukan sulap, maka sudah pastilah rezeki, jodoh, dan maut adalah rahasia paling besar yang pernah ada. Bahkan takkan ada pesulap yang dapat memecahkan rahasianya. Bahkan, tanpa perlu menganalogikan dengan sulap, begitulah sudah nyatanya. Selamat membongkar rahasianya jika mampu. Jika tidak, maka jalanilah.

Sabtu, 21 Mei 2016

Pidi Baiq: 'Dan Abu Bakar Pun Menangis'

Lebih kurang 2 (dua) hari lalu, Pidi Baiq, Imam Besar The Panasdalam itu rupanya telah mengunggah sebuah track lagu "yang tak biasa" melalui akun SoundCloud-nya. Lagu yang tak biasa itu berjudul "Dan Abu Bakar Pun Menangis". Tak biasa? Iya, ini jika dimaknai mengikut kebiasaan lagu-lagu Pidi Baiq maupun The Panasdalam dalam pemahaman umumnya.

Bagi kengkawan yang muslim, tentu sudah pernah mendengar kisah Abu Bakar (RA) yang bertemu dengan seorang pengemis buta yang kebetulan seorang yahudi. Kisah itulah yang kemudian dilantunkan menjadi sebuah lagu oleh Pidi.

Pidi Baiq: "Dan Abu Bakar Pun Menangis"
Pidi Baiq: "Dan Abu Bakar Pun Menangis"
Jika ingin mendengarkan, bisa langsung menuju track dimaksud pada soundcloud, atau bisa juga pada track yang sama namun disisipkan (embed) pada tulisan ini. Terserah saja ini mau dikelompokkan sebagai lagu religi atau apapun. Namun, jika ingin mendengarkan "lagu religi" Pidi Baiq dan The Panasdalam, salah dua diantaranya adalah silakan dengar lagu yang berjudul Menahemana atau Semacam Kasih Sayang.

Lainnya? Silakan cermati sendiri lagu-lagu mereka kalau mau. Walaupun kuyakini sepenuhnya, Pidi dan The Pandal tidak akan pernah peduli itu mau masuk kelompok lagu apapun. Penyebutan sebagai lagu religi di sini agar memudahkan saja bagi mereka yang terbiasa atau suka mengelompokkan genre. Soal ini sebenarnya sudah pernah dituliskan ±4 tahun lalu, pada tulisan berjudul: Sisi Lain Lagu The Panasdalam.

Baiklah, silakan dengar "Dan Abu Bakar Pun Menangis" berikut (jika sisipan tidak muncul, mungkin peramban Anda masih belum mengijinkan soundcloud, maka ijinkanlah):
 

Lirik:
Ada seorang Pengemis Buta Yahudi, Abu Bakar (RA)datang memberi dia makan. kata pengemis itu kamu bukan orang yang sama. Kamu bukan orang yang itu
Orang itu melembutkan makanan, sebelum disuapkan kepadaku. Aku suka memaki-maki Muhammad (SAW) bersamanya. dan dia pendengar yang baik 
Abu Bakar (RA) pun menjawab, ya benar, aku bukan orang itu. Orang itu adalah Muhammad (SAW). Dan kini dia sudah wafat
Pengemis Buta Yahudi pun terkejut, dia tidak tahu bahwa itu Muhammad (SAW). Pengemis Buta Yahudi pun terkejut, dan kemudian dia menangis
Dan Abu Bakar (RA) pun menangis
Dan Abu Bakar (RA) pun menangis
Dan Abu Bakar (RA) pun menangis
Dan Abu Bakar (RA) pun menangis
Bagaimana?
Btw, Itu satu lagi macam suara si Imam.