Jumat, 17 Februari 2017

Wonderful Indonesia: A Visual Journey Reaction

Wonderful Indonesia: A Visual Journey
Mengambil lokasi di Banyuwangi, Wakatobi, Bunaken, dan LombokWonderful Indonesia: A Visual Journey adalah sebuah video promosi pariwisata Indonesia yang dipublikasikan di (salah satunya) YouTube oleh Indonesia Travel. Nampaknya sejak bulan lalu banyak pengguna YouTube dari luar negeri yang membuat video reaksi atas video tersebut.

Wonderful Indonesia: A Visual Journey ini adalah karya yang sangat bagus, selain senang dengan apa yang ditampilkan, saya juga menyukai musik latarnya. Silakan lihat saja videonya secara langsung untuk mengetahui apa saja yang ditampilkan.


Salah satu bagian yang paling menyenangkan saya lihat pada video itu adalah bagaimana saat menggambarkan senangnya anak-anak bermain. Senyum dan tawa mereka begitu lepas. "Dunia ini baik-baik saja dan menyenangkan," mungkin begitu rasanya. Memang, harusnya sih memang dibuat begitu.

Terlepas dari sengaja (dikondisikan) atau tidak, video reaksi untuk promo wisata ini adalah teknik pemasaran yang asyik. Biaya murah dan sangat menyenangkan. Saya juga tidak bosan menyaksikan bagaimana reaksi-reaksi orang luar atas keindahan yang ditampilkan dalam video Wonderful Indonesia: A Visual Journey tersebut.
Mendadak saja terlintas pikiran, kapan Kalimantan Selatan beserta seluruh kabupaten/kota yang terdapat didalamnya bikin promo yang bagus macam ini ya? Tentu bagus dan menyenangkan jika ada. Ini hal baik, tidak apa-apa dicontoh. Saya sedang tidak ingin geli dan bicara soal videotron.
Sementara itu, saya doakan bagi yang ingin mengunjungi tempat-tempat dalam video di atas, semoga banyak uang dan ada kesempatan. Klik like, ketik aamiin, dan sebarkan jika sependapat.

Senin, 06 Februari 2017

Maret dan Bandara Syamsudin Noor

Sepertinya ada hubungan yang menarik antara Bandara Syamsudin Noor yang terletak di Kota Banjarbaru dengan bulan Maret. Hal tersebut setidaknya dapat terlihat dalam dua buah berita (- sengaja dikutipkan dari media yang sama -), yakni berita yang ini dan yang itu. Jika Anda sudah selesai membaca keduanya, setidaknya baca judulnya, mungkin sudah mafhum dengan apa yang dimaksudkan.

Ya tiada lain, memang soal pengembangan Bandara Syamsudin Noor, yang merupakan bandar udara utama di Provinsi Kalimantan Selatan, dan persisnya terletak di Kota Banjarbaru, ±30 menit jika ditempuh dari pusat kotanya.

Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru
Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru
Sudah sekian waktu pengembangan bandara ini digaungkan untuk dilaksanakan, namun nyatanya terkendala oleh beberapa hal yang tidak usah dibahas lagi saja, yang penting jangan sampai diulang lagi. Prinsipnya, bandara adalah fasilitas strategis dan vital bagi daerah, maka barang siapa yang mengakibatkan terganggunya pengembangan bandara hanya bagi kepentingan diri pribadinya, maka sungguhlah terlalu.

Kabarnya pengembangan Bandara Syamsudin Noor ini akan dilaksankan dalam beberapa tahap, sampai dengan nanti terakhir tahun 2047. Pada tahap awal akan dilaksanakan:

  • Perluasan terminal menjadi 50.359 m² yang dapat menampung hingga 6 juta penumpang per tahun;
  • Perpanjangan runway hingga 3000x45 m²;
  • Perluasan appron berkapasitas hingga 18 pesawat; dan
  • Perluasaan terminal kargo.
Berhubung Maret 2016 sudah lama berlalu, kini kita tinggal menunggu Maret 2017 (2018, 2019, dst...), bagaimana realisasinya. Berhubung hanya bisa bantu dengan doa, ya jadinya turut mendoakan saja, semoga berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat. Serta tentu saja sangat berharap agar:
Jangan sampai kelak muncul lagi berita yang lebih kurangnya menyatakan, pengembangan Bandara Syamsudin Noor akan direalisasikan mulai Maret 2018
Kalau sampai itu terjadi, maka mungkin tidak ada salahnya untuk sekaligus saja diusulkan agar Maret diperingati sebagai "Bulan Rencana Pengembangan Bandara Syamsudin Noor". Tapi tentu saja jangan sampai terjadi, kita doakan bersama. Silakan klik like dan ketik aamiin jika Anda sependapat.

Aamiin...

Rabu, 01 Februari 2017

'Kelicikan' Cak Lontong, The Power of Ngeles

Cak Lontong - Waktu Indonesia Bercanda
Cak Lontong - WIB
Langsung saja, "Cak Lontong", nama panggung Lies Hartono, yang menurut Wikipedia adalah pelawak asal Indonesia dan terkenal dengan lawakan yang lucu dan mengena tanpa menjelek-jelekkan dan merendahkan pihak lain. Lawakannya sederhana dan disampaikan dengan bahasa baku terstruktur, namun mengandung logika absurd yang menantang pendengar untuk berpikir.

Sepakat tidak sepakat dengan penjelasan tersebut, adalah urusan Anda dengan Wikipedia. Yang jelas, mungkin sudah banyak yang tahu bahwa kini Cak Lontong memandu sebuah acara yang bertajuk Waktu Indonesia Bercanda (WIB) pada salah satu stasiun televisi swasta, sebut saja .NET TV.

Cuma memang, terlepas dari kurang banyaknya referensi dan/atau pembanding acara bernuansa komedi lainnya, acara WIB ini adalah yang menarik perhatian pribadi saat ini, setelah pada awal-awalnya tidak memperhatikan atau bahkan mungkin tidak tertarik saat melihat promo jelang penayangannya dulu. Kini benar² berbalik benar, suka sekali menelusuri kanal YouTube Netmediatama untuk nonton rekaman WIB.

Mungkin benar kata Bedu, salah seorang yang juga kerap mengisi acara WIB bersama Cak Lontong, bahwa yang diperlukan di acara WIB tersebut bukanlah kepintaran melainkan kelicikan. 😂
Bagaimana tidak? simak saja baik-baik contoh kejadian dalam video berikut ini:

video

*Jika video tersebut tidak bisa dimainkan, silakan lihat versi kumplitnya di YouTube itu.

Setelah menyaksikan rekaman tersebut, sudah bisa mengerti apa yang sedang terjadi? Video di atas adalah potongan dari segmen "Berpacu dalam Emosi" pada acara WIB. Selain itu, kadang juga ada segmen lainnya, semisal Waktu Indonesia Berdebat, Kuis Sensus, dan Kata Misteri. Tentu saja, sebagai segmen utama adalah TTS, Teka-Teki Sulit.

Maka mungkin, dengan memperhatikan subyektifitas, beberapa hal terbaik yang ada dalam acara WIB adalah:

  • Peserta harus benar-benar berpikir serius untuk "ngawur" ; namun demikian, sengawur-ngawurnya jawaban tetap dituntut adanya penjelasan yang "logis".
  • Terjadi semacam persaingan untuk mengantisipasi jawaban. Pembuat pertanyaan mau tidak mau sudah menerka akan kemana persepsi orang pada umumnya, dan kemudian dibelokkan sedemikian rupa. Peserta juga berusaha menerka apa sebenarnya jawaban yang diinginkan.
  • Paling sial dan "momen hening" akan terjadi justru manakala jawabannya lurus, atau benar-benar sebagaimana harusnya, seperti persepsi atau pemahaman orang pada umumnya.
  • Saat peserta melakukan protes atau mempertanyakan jawaban, Cak Lontong selalu saja "memiliki argumentasi" untuk mempertahankan jawabannya. Adu argumen antara peserta dan Cak Lontong ini juga menarik. Perkara argumentasinya ngeles atau tidak, itu bukan soal. Yang pasti menghibur. Karena WIB memang acara hiburan.
Dan ini, satu lagi...
  • Penonton lainnya secara tidak sadar juga kadang ikut memikirkan jawaban atas pertanyaan yang diberikan. Ketika jawabannya salah dan disampaikan apa yang diinginkan dan tepat menurut Cak Lontong -yang mengklaim bahwa dirinya hanya menginginkan kebenaran- kitanya yang ikut mikir dan ternyata salah itu, juga bisa tertawa, santai saja. Malah senang dan terhibur.
Cuma kemudian...
Setelah nulis sekian panjang sampai di sini, saya yang sekarang justru jadi tersadar, kenapa hal ini malah dipikirkan sampai segitunya? 😵
Baikdeh, saya sudahi saja hal ini dengan ucapan, Selamat menikmati hidup...

Selasa, 10 Januari 2017

Bukan Untuk Hari Ini

Entah sudah berapa tahun persisnya usia pohon mangga yang ada di depan rumah ini. Bahwa lebih dari 20 tahun itu pasti. Pohon yang ada sekarang ini adalah keturunan dari induknya, yang dulu ada di seberang jalan. Pohon yang kemudian dipotong oleh tetangga seberang rumah, sebab dijadikan jalan untuk memanjat oleh maling saat memasuki rumah beliau.

Bagusnya, sebelumnya oleh adik sudah ditanam biji mangga yang sama serta kemudian tumbuh dan berkembang menjadi apa yang sekarang ada di pinggir jalan depan rumah. Pohon yang berbuah mangga juga, wajar bukan?

Pohon yang buahnya boleh dipetik oleh siapapun yang lewat, dan mau. Sebab kalau hanya lewat dan tidak mau atau tidak pingin, ya tidak bisa dipaksa-paksa buat petik dan makan buahnya. Biasanya, syarat dari kami bagi yang pingin hanyalah satu: "Ingat-ingat orang lain kalau metik, mungkin akan ada orang lain yang juga pingin," dan nyatanya memang begitu. Sehingga semua bisa senang.
Namun, apa yang ada hari ini, mungkin takkan selamanya ada. Demikian pula sebaliknya, apa yang saat ini tidak ada, belum tentu nanti tidak ada.
Tapi yaa... bisa juga apa yang sekarang tidak ada, akan tetap tidak ada. Contohnya sederhana, saat ini saya tak punya insang, ya sampai kapanpun juga takkan punya insang. karena sudah menjadi hukum alam bahwa itu haknya ikan.

Bibit Mangga yang Bukan Untuk Hari Ini
Sesuatu yang memang bukan untuk hari ini
Kini, beberapa biji sudah disiapkan sebagai penerus. Meski tak ada jaminan sedikitpun bahwa apa yang dilakukan saat ini, hari ini, akan memberikan hasil sebagaimana yang memang diinginkan. Sebab ini bukan tentang dan untuk hari ini, atau bahkan lusa nanti. Hari ini adalah benih untuk sesuatu yang bahkan jauh lebih dari sewindu. Setidaknya, sudah tahu akan kemana.

Sabtu, 31 Desember 2016

2016 ke 2017 itu Sebentar Saja!

Hari ini, adalah hari terakhir pada 2016 yang kebetulan Sabtu. Konon juga akhir pada setiap pekan. Sehingga 2017 akan dibuka oleh hari Ahad yang libur, dan banyak orang senang. Kalau ini pertanda 2017 menjadi tahun yang menyenangkan, maka biarlah bila ada yang berpikir atau merasa begitu. Sebagian lainnya mungkin berpikir bahwa bikin senang dan bahagia itu ya tergantung bagaimana mensikapi sesuatu. Paling tidak, akunya juga mikir begitu. Baiklah, lanjut...

Tidak lama, 2016 dan 2017 itu hanya terpisah 1 detik.
"Itu blog kelihatannya dibiarkan saja begitu, mungkin sedang sibuk," demikian kata Warmoning yang memiliki media ber-title blog auk itu, tentang blog ini, wahyu.web.id. Beberapa malam lalu, melalui saluran telepon nirkabel. Teleponnya lama, karena banyak pulsa.

"Nampaknya blog memang lebih bagus dari pada media sosial," demikian ucap ManusiaSuper, yang blognya bertajuk A Journal of A Not-Superman Human itu. Tentang fenomena terkahir yang terjadi di medsos. Juga beberapa malam lalu, saat dia makan gado-gado dan akunya makan nasi pecel. Pilihan menu kami memang sehat, bukan?

2.0.1.6
Begitu banyak yang terjadi pada 2016. Sebagai pribadi, sebagai masyarakat Kota Banjarbaru, penduduk Kalimantan Selatan, maupun sebagai bagian dari Warga Negara Indonesia. Mungkin demikian pula untuk Anda. Mungkin. Tapi tidak usah diceritakan apalagi dirinci satu persatu di sini. Cukup berada di catatan lain, atau tersimpan rapi dalam kenangan.

2.0.1.7
Masih belum tau akan bagaimana 2017. Sebab akan dijalani mulai beberapa jam lagi, sejak tulisan ini diketik dan kelak dipublikasikan hingga kelak ke akhirnya. Tapi jangan khawatir, tentu kita sudah belajar dari apa yang sudah berjalan sehingga saat ini.

Nyatanya...
Karena bagaimanapun, nyatanya dari 2016 ke 2017 itu sebentar saja. Hanya sepersekian detik. Tahun sudah berganti. Sehingga waktu akan terasa begitu² saja, jika kitanya juga begitu² saja. Karenanya, jika tidak ingin begitu, maka minimal jadilah begini. Sebab begini lebih lebih dekat dengan diri sendiri.

Kesimpulan...
Silakan simpulkan sendiri-sendiri, mau akan bagaimana. Itu hidup Anda sendiri. Pilihan berada di pikiran dan tindakan masing-masing. Semoga selamat dan bahagia.

_________________________
Banjarbaru, 31 Desember 2016
Sore hari yang gerimis
Pada waktu yang berlalu
Mungkin ada yang dirindu